kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Rusia memangkas produksi minyak secara bertahap


Minggu, 03 Maret 2019 / 15:45 WIB
Rusia memangkas produksi minyak secara bertahap


Reporter: Amalia Fitri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rusia kompak mematuhi kesepakatan untuk memangkas produksi minyak di Februari. Kementerian Energi Rusia mengungkapkan bahwa tingkat produksi minyak Rusia bulan Februari lebih rendah 97.000 barel per hari ketimbang level Oktober lalu.

Rusia akan melanjutkan pemangkasan produksi hingga pertengahan 2019. "Kami proyeksikan target pemangkasan produksi minyak bisa tercapai pada April mendatang," jelas Menteri Energi Rusia, Alexander Novak, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (2/3).

Sebelumnya, Rusia dianggap tidak mematuhi kesepakatan pemangkasan produksi minyak oleh OPEC karena hanya memangkas produksi minyak sebesar 140.000 barel per hari. Sementara OPEC menginginkan Rusia memangkas produksi minyak sebesar 250.000 sampai 300.000 barel per hari pada tahun ini.

Sementara itu, berdasarkan catatan Kementerian Energy Rusia, produksi minyak negara beruang merah pada Januari mencapai 43,33 juta ton atau setara dengan 11,3 juta barel per hari. Angka tersebut masih harus dikurangi lagi sebanyak 82.000 barel per hari sesuai kesepakatan OPEC.

Pavel Fedorov, Chief Financial Officer Rosneft PJSC mengatakan, pihaknya telah patuh memotong besaran produksi minyak. "Kami sudah patuhi besaran volume pemangkasan yang digariskan oleh Kementerian, pekerjaan kami selesai," kata direktur perusahaan minyak terbesar Rusia ini.

Pasokan minyak mentah dari OPEC pada Desember lalu mencapai sebesar 32,68 juta barel per hari. OPEC+ berniat memangkas produksi agar harga minyak pulih kembali menguat ke kisaran US$ 70-US$ 80 per barel.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×