kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Peningkatan produksi AS dan pelemahan ekonomi China menekan harga minyak


Kamis, 28 Februari 2019 / 08:53 WIB
Peningkatan produksi AS dan pelemahan ekonomi China menekan harga minyak


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah merosot pada perdagangan Kamis (28/2). Pelemahan ekonomi China dan meningkatnya produksi minyak mentah Amerika Serikat (AS) jadi biangnya.

Mengutip Reuters, minyak Brent pada level US$ 66,23 per barel, turun 16 sen atau 0,2% dari penutupan terakhir. Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 56,90 per barel atau turun 4 sen.

Asal tahu, produksi minyak AS meningkat lebih dari 2 juta barel per hari (bph) selama setahun terakhir menjadi 12,1 juta bph. Di mana peningkatan produksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Di sisi lain, pelemahan ekonomi China turut menekan harga minyak. Aktivitas pabrik di China yang importir minyak terbesar dunia, menyusut untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Februari. Indeks manufaktur China jatuh ke level terendah tiga tahun.

Namun, pasar minyak tetap didukung dengan pengurangan pasokan dari Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang bersama-sama dengan beberapa produsen non-afiliasi seperti Rusia, yang dikenal sebagai 'OPEC +', sepakat akhir tahun lalu untuk mengurangi produksi sebesar 1,2 juta bph untuk menopang harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×