kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.205   20,00   0,11%
  • IDX 5.217   -48,91   -0,93%
  • KOMPAS100 676   -6,55   -0,96%
  • LQ45 531   -1,62   -0,30%
  • ISSI 175   -3,42   -1,91%
  • IDX30 299   -1,07   -0,36%
  • IDXHIDIV20 399   -0,58   -0,14%
  • IDX80 78   -0,75   -0,96%
  • IDXV30 110   -1,31   -1,17%
  • IDXQ30 100   -0,13   -0,13%

Rupiah Tertekan, Reksadana Dolar Makin Menarik?


Rabu, 28 Oktober 2026 / 13:31 WIB
Rupiah Tertekan, Reksadana Dolar Makin Menarik?
ILUSTRASI. Pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini hampir mendekati Rp 18.200 per dolar AS membuat aset berbasis dolar AS kembali dilirik investor. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang saat ini hampir mendekati Rp 18.200 per dolar Amerika Serikat (AS) membuat aset berbasis dolar AS (USD) kembali dilirik sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan reksadana USD menarik sebagai instrumen diversifikasi di tengah dinamika pasar. Menurut dia, minat investor terhadap produk tersebut juga meningkat seiring strategi diversifikasi portofolio.

Sejalan dengan itu pula, tren dana kelolaan atau asset under management (AUM) pada reksadana USD di Panin Asset Management belakangan ini dicatatnya mengalami kenaikan.

“Ada kenaikan karena strategi diversifikasi,” ujar Rudiyanto kepada Kontan, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Astra Agro (AALI) Catat Pertumbuhan Pendapatan dan Laba Bersih pada Kuartal III 2026

Namun, investor perlu mencermati aset dasar reksadana karena tidak semua produk berdenominasi USD otomatis diuntungkan oleh pelemahan rupiah.

Ia menjelaskan, dampak perubahan kurs terhadap kinerja reksadana USD bergantung pada aset yang menjadi underlying investasi. Untuk reksadana USD yang berinvestasi langsung ke luar negeri, perubahan kurs rupiah tidak mempengaruhi kinerja aset investasinya dalam mata uang asal.

Sementara itu, reksadana USD yang berinvestasi pada aset domestik berdenominasi rupiah dapat terdampak negatif oleh efek konversi kurs.

Rudiyanto membeberkan sejumlah produk reksadana Panin Asset Management berhasil membukukan kinerja positif sejak awal tahun. Per 23 Oktober 2026, paling unggul ada reksadana saham RDS Panin Global Sharia Equity yang membukukan return hingga 42,95% YtD. Produk ini memiliki underlying aset saham-saham AS dengan fokus pada saham AI dan teknologi.

Kemudian disusul oleh produk reksadana pasar uang Panin Dana Likuid yang membukukan return 3,36% YtD, lalu Panin Dana Likuid Syariah dengan return 3,25% YtD, dan Panin Dana Likuid US Dollar dengan return 1,47% YtD.

Tapi berbeda dengan reksadana campuran, produk Reksa Dana Panin Dana US Dollar justru mencatatkan kinerja minus 6,41% YtD. Reksadana ini berisi kombinasi dari efek bersifat utang (obligasi), efek bersifat ekuitas (saham), serta instrumen pasar uang yang semuanya dalam denominasi USD.

Baca Juga: BEI Incar Laba Bersih Rp 563,9 Miliar pada 2027

Perbedaan tersebut membuat investor perlu melihat komposisi portofolio sebelum menentukan produk reksadana USD. Selain denominasi mata uang, Rudiyanto menekankan, kinerja aset dasar dan kondisi pasar tempat aset tersebut diperdagangkan tetap menjadi faktor penting.

Lebih lanjut berdasarkan data Infovesta, kinerja reksadana USD sepanjang tahun ini bervariasi menurut jenis asetnya. Hingga akhir September 2026, reksadana USD yang berinvestasi pada efek luar negeri membukukan imbal hasil sekitar 18% secara YtD.

Sebaliknya, reksadana pasar uang USD mencatatkan imbal hasil sekitar 1,9% YtD. Adapun reksadana pendapatan tetap USD terkoreksi sekitar 2% YtD akibat tekanan harga obligasi dolar AS Indonesia (INDOGB). Sementara itu, reksadana saham USD yang berinvestasi pada saham domestik turun sekitar 27%, sejalan dengan pelemahan pasar saham Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×