kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp 17.105 per Dolar AS pada Selasa (7/4)


Selasa, 07 April 2026 / 15:21 WIB
Diperbarui Selasa, 07 April 2026 / 15:27 WIB
Rupiah Tembus Rekor Terlemah Rp 17.105 per Dolar AS pada Selasa (7/4)
ILUSTRASI. Nilai Tukar Terlemah Sepanjang Sejarah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah kembali mencatatkan rekor pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/4/2026), seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Mengutip data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 17.105 per dolar AS, melemah 0,42% dibandingkan posisi Senin (6/4) di Rp 17.035 per dolar AS.

Senasib, rupiah pada Jakarta Interbank Spot Dollar Index (Jisdor) pada level Rp 17.092 per dolar AS atau melemah 0,32% dari posisi kemarin Rp 17.037.

Penguatan dolar AS terjadi di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan energi global.

Baca Juga: Bitcoin Tahan di Tengah Ultimatum Trump ke Iran, Ini Kata Analis

Pelaku pasar juga mencermati tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali jalur tersebut, dengan ancaman serangan terhadap infrastruktur jika tidak dipenuhi.

Melansir Reuters, Indeks dolar AS tercatat naik tipis 0,05% ke level 100,03, mendekati puncak pekan lalu di 100,64 yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2025.

Presiden Spectra Markets Brent Donnelly menilai, pasar saat ini cenderung mengambil posisi menguat pada dolar AS sebagai antisipasi eskalasi lebih lanjut.

“Pasar cenderung overweight dolar AS jika konflik meningkat. Namun, pergerakan saham, emas, dan yuan offshore masih cukup kuat sehingga menahan kenaikan dolar lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga: Indeks ESG Kian Penting di BEI, Tantangan Data Masih Terus Membayangi

Ia menambahkan, ketidakpastian masih sangat tinggi sehingga sulit membuat proyeksi yang akurat dalam jangka pendek.

Di pasar global, yen Jepang melemah ke level 159,80 per dolar AS, mendekati titik terendah dalam beberapa dekade yang sebelumnya memicu intervensi pada 2024.

Sementara itu, won Korea Selatan bertahan di atas level 1.500 per dolar AS—level yang sebelumnya hanya terjadi saat krisis 1998 dan 2009.

Kepala riset valas dan komoditas Commerzbank, Thu Lan Nguyen, menilai Iran kini menunjukkan kendali penuh atas Selat Hormuz dan berpotensi memanfaatkannya untuk kepentingan jangka panjang.

“Semakin jelas bahwa Iran berniat menggunakan kendali atas Selat Hormuz untuk kepentingan strategisnya,” ujarnya.

Baca Juga: Putra Mandiri (PMJS) Pasok 20.600 Truk Kopdes Merah Putih, Nilainya Rp 10,8 Triliun

Sementara itu, konflik masih terus berlanjut. Iran dan Israel saling melancarkan serangan pada Selasa, dengan Israel mengklaim telah menyasar infrastruktur pemerintah Iran. Sistem pertahanan juga dilaporkan berhasil mencegat rudal Iran di wilayah Israel dan Arab Saudi.

Di sisi lain, euro relatif stabil di level US$1,1535, di tengah ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB) hingga tiga kali sebelum akhir tahun.

Analis Commonwealth Bank of Australia menilai dolar AS masih berpotensi melemah terbatas jika ada optimisme penyelesaian konflik. Namun, faktor kunci tetap pada pembukaan kembali Selat Hormuz.

“Yang terpenting bagi ekonomi global dan mata uang adalah apakah Selat Hormuz kembali dibuka. Keluarnya AS dari konflik tidak otomatis membuka jalur tersebut,” tulis analis tersebut.

Dengan kondisi ini, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut seiring tingginya ketidakpastian global dan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset lindung nilai utama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×