kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.099   75,00   0,44%
  • IDX 6.971   -18,40   -0,26%
  • KOMPAS100 958   -7,36   -0,76%
  • LQ45 702   -6,10   -0,86%
  • ISSI 250   -0,25   -0,10%
  • IDX30 382   -5,99   -1,54%
  • IDXHIDIV20 472   -9,70   -2,02%
  • IDX80 108   -0,78   -0,72%
  • IDXV30 130   -2,34   -1,76%
  • IDXQ30 124   -2,23   -1,77%

Bitcoin Tahan di Tengah Ultimatum Trump ke Iran, Ini Kata Analis


Selasa, 07 April 2026 / 15:04 WIB
Bitcoin Tahan di Tengah Ultimatum Trump ke Iran, Ini Kata Analis
ILUSTRASI. Bitcoin (Robert Schmiegelt/IMAGO via REUTERS)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tenggat waktu yang ditetapkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz menjadi perhatian pelaku pasar global.

Meski demikian, pasar kripto menunjukkan ketahanan dengan pergerakan harga Bitcoin yang relatif stabil.

Berdasarkan data CoinMarketCap, harga Bitcoin tercatat naik sekitar 2,5% pada Senin (6/4/2026) ke kisaran US$69.000 dan masih bertahan di sekitar US$68.700 pada Selasa (7/4/2026).

Baca Juga: Indeks ESG Kian Penting di BEI, Tantangan Data Masih Terus Membayangi

Dalam lima pekan terakhir, aset kripto terbesar tersebut bergerak dalam rentang US$65.000–US$73.000.

Analis Reku Fahmi Almuttaqin menilai, stabilitas Bitcoin di tengah tekanan global mencerminkan perubahan struktur pasar kripto dibandingkan siklus sebelumnya.

“Ketahanan harga Bitcoin di tengah sentimen negatif global mengindikasikan pasar yang lebih matang. Hal ini tidak lepas dari meningkatnya partisipasi institusi serta infrastruktur pasar yang semakin kuat,” ujar Fahmi dalam rilisnya.

Ia menambahkan, indikator sentimen seperti Fear and Greed Index sempat berada di level ekstrem rendah dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, harga Bitcoin tidak mengalami penurunan signifikan seperti pada periode krisis sebelumnya.

Menurut Fahmi, kondisi ini membuka peluang bagi pasar kripto untuk memasuki fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Di sisi lain, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik yang berpotensi memengaruhi likuiditas global serta preferensi investor terhadap aset berisiko.

Baca Juga: Putra Mandiri (PMJS) Pasok 20.600 Truk Kopdes Merah Putih, Nilainya Rp 10,8 Triliun

Jika ketegangan meningkat, volatilitas di pasar kripto diperkirakan tetap tinggi seiring meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai.

Sebaliknya, jika konflik mereda, pasar berpotensi menguat seiring kembalinya aliran dana ke aset berisiko, termasuk kripto.

Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap mencermati perkembangan global serta menjaga strategi investasi yang terukur di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×