kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.683   97,00   0,55%
  • IDX 6.547   -176,52   -2,63%
  • KOMPAS100 867   -26,60   -2,98%
  • LQ45 644   -13,66   -2,08%
  • ISSI 237   -6,40   -2,64%
  • IDX30 365   -6,15   -1,66%
  • IDXHIDIV20 451   -4,48   -0,98%
  • IDX80 99   -2,74   -2,69%
  • IDXV30 127   -2,26   -1,75%
  • IDXQ30 118   -1,34   -1,12%

Rupiah menguat 5,01% dalam sepekan, ini sentimen yang jadi penopang


Jumat, 05 Juni 2020 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Rupiah kembali ke bawah Rp 14.000 per dolar AS


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berhasil menutup akhir pekan dengan sempura. Pada perdagangan Jumat (5/6), rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 13.878 per dolar Amerika Serikat atau menguat 1,56% dibanding penutupan hari sebelumnya. 

Level tersebut juga merupakan yang tertinggi bagi rupiah sejak 24 Februari 2020 silam. Saat itu mata uang Garuda berada di level Rp 13.872 per dolar AS.

Jika dilihat dalam sepekan terakhir, rupiah berhasil menunjukkan pertumbuhan yang positif. Di pasar spot, rupiah telah menguat 5,01%. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah juga berhasil melesat 4,30% setelah hari ini ditutup di level Rp 14.100 per dolar AS .

Baca Juga: Hore, rupiah hari ini ditutup menguat 1,56% ke Rp 13.878 per dolar AS

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kinerja positif rupiah dalam sepekan disebabkan investor asing yang mulai memindahkan asetnya dari pasar India ke pasar Indonesia. Hal tersebut tidak terlepas dari downgrade rating India dari BAA2 menjadi BAA3 dan menurunkan outlook-nya dari stable menjadi negative.

“Dengan struktur negara yang mirip, penurunan ini diperkirakan menjadi salah satu faktor yang mendorong perpindahan aset ke Indonesia. Pada akhirnya ini meningkatkan permintaan akan rupiah dan mendorong penguatan rupiah,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Jumat (5/6).




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×