kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   -9.000   -0,34%
  • USD/IDR 18.107   72,00   0,40%
  • IDX 6.183   -2,63   -0,04%
  • KOMPAS100 808   1,43   0,18%
  • LQ45 614   1,74   0,28%
  • ISSI 214   -0,13   -0,06%
  • IDX30 346   0,71   0,21%
  • IDXHIDIV20 428   0,49   0,12%
  • IDX80 92   0,28   0,30%
  • IDXV30 117   0,42   0,36%
  • IDXQ30 111   0,29   0,26%

Rupiah Melemah ke Rp 18.095 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (28/7), Terburuk di Asia


Selasa, 28 Juli 2026 / 11:16 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 18.095 per Dolar AS di Tengah Hari Ini (28/7), Terburuk di Asia
ILUSTRASI. Rupiah di pasar spot terus melemah 0,47% ke Rp 18.095 per dolar AS dan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin tertekan hingga perdagangan tengah hari ini. Mengutip Bloomberg Selasa (28/7/2026) pukul 11.11 WIB, rupiah di pasar spot melemah 0,47% ke level Rp 18.095 per dolar AS.  

Alhasil, rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia. Mengingat, pergerakan mata uang di Asia bervariasi dengan kencenderungan melemah. 

Pada sesi sebelumnya, rupiah melemah 0,26% secara harian ke Rp 18.009 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026). 

Prasetya Gunadi, Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan, pasar keuangan Indonesia menghadapi ketidakpastian baru setelah pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, yang menekan pasar saham dan rupiah meskipun ketegangan di Timur Tengah mereda.

Pengangkatan Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas Gubernur BI memberikan kontinuitas kelembagaan, tetapi investor akan terus mengamati proses suksesi dan arah kebijakan di masa depan.

Baca Juga: Ini Faktor Pendorong Kinerja Unilever (UNVR) Moncer di Semester I-2026

“Sentimen pasar jangka pendek akan sangat bergantung pada keyakinan terhadap independensi Bank Indonesia dan kelancaran transisi menuju kepemimpinan permanen,” ujar Prasetya dalam risetnya pada Selasa (28/7/2026).  

Prasetya menambahkan, penurunan harga minyak dapat meredakan tekanan inflasi dan fiskal. Akan tetapi tarif baru AS berpotensi melemahkan daya saing ekspor dan meningkatkan ketidakpastian perdagangan.

Ia bilang, kewajiban sertifikasi halal, penguatan administrasi pajak, dan reformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) dapat memperbaiki kualitas institusi, meskipun menambah biaya kepatuhan bagi pelaku usaha. 

“Prospek jangka panjang Indonesia tetap ditopang hilirisasi mineral dan layanan digital, tetapi kejelasan kebijakan, kesiapan infrastruktur, dan tata kelola yang kredibel akan menjadi kunci,” kata Prasetya. 

Sementara itu, Analis Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan, rupiah pada hari ini (28/7) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 18.010 – Rp 18.060 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×