kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah Melemah 0,31% pada Hari Ini, Tertekan Sentimen Risk Off dan Penguatan Dolar AS


Selasa, 30 Juni 2026 / 15:58 WIB
Rupiah Melemah 0,31% pada Hari Ini, Tertekan Sentimen Risk Off dan Penguatan Dolar AS
ILUSTRASI. Analis menilai pelemahan rupiah pada Selasa (30/6) karena sentimen risk off kuat di pasar ekuitas domestik. ? (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (30/6/2026). 

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,31% ke level Rp 17.907 per dolar AS pada akhir perdagangan Selasa (30/6), dibandingkan penutupan hari sebelumnya di Rp 17.851 per dolar AS.

Pelemahan juga tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia yang berada di level Rp 17.899 per dolar AS, turun 0,24% dibandingkan posisi sehari sebelumnya yang sebesar Rp 17.856 per dolar AS.

Baca Juga: Prospek INCO Masih Cerah, Produksi dan Proyek Hilirisasi Jadi Penopang Saham

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan rupiah karena sentimen risk off kuat di pasar ekuitas domestik. 

"Sementara dolar AS juga menguat setelah Mahkamah Agung AS memblokir upaya Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, mengukuhkan independensi bank sentral AS," ujar Lukman kepada Kontan, Selasa (30/6). 

Putusan tersebut dipandang pasar sebagai sinyal bahwa independensi bank sentral AS tetap terjaga, sehingga memperkuat keyakinan investor terhadap kredibilitas kebijakan moneter The Fed.

Menurut Lukman, penguatan dolar AS tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada dalam tekanan. Pelaku pasar juga cenderung meningkatkan kepemilikan aset berbasis dolar di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung.

Pada perdagangan Rabu (1/7/2026), Lukman menilai fokus pelaku pasar akan beralih ke sejumlah data ekonomi penting dari dalam negeri. Investor akan mencermati rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang diperkirakan memberikan gambaran mengenai kekuatan permintaan domestik serta kinerja sektor eksternal.

Baca Juga: Belum Punya Saham di Usia 20-an? Ini 5 Cara Mulai Sebelum Terlambat

Apabila data ekonomi domestik dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar, rupiah berpeluang memperoleh sentimen positif dan memangkas sebagian pelemahannya. 

Sebaliknya, jika data berada di bawah perkiraan, tekanan terhadap rupiah berpotensi berlanjut, terutama apabila dolar AS masih mempertahankan tren penguatannya di pasar global.

Untuk perdagangan Rabu, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp 17.850 hingga Rp 17.950 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×