kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah masuk fase konsolidasi


Minggu, 07 Januari 2018 / 16:10 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah menguat tajam selama sepekan terakhir, pergerakan rupiah akan segera memasuki fase konsolidasi. Valuasinya terhadap dollar Amerika Serikat (AS) diperkirakan masih akan stabil.

Mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Jumat (5/1), rupiah menguat tipis 0,04% ke level Rp 13.416 per dollar AS di pasar spot. Sedangkan jika mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,51% ke level 13.405 per dollar AS.

Rully Arya Wisnubroto, Ekonom PT Bank Mandiri Tbk mengatakan, penguatan rupiah terjadi karena dollar AS tengah berada dalam tren pelemahan. Meski akhirnya indeks dollar AS ditutup sedikit membaik, tapi sejak awal perdagangan valuasinya cenderung tertekan. “Di AS kondisinya cenderung di bawah ekspektasi,” terangnya kepada Kontan.co.id, akhir pekan lalu.

Data ketenagakerjaan negeri Paman Sam bulan Desember yang dirilis akhir pekan lalu hasilnya mayoritas mengecewakan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan data non farm payroll (NFP) berada pada level 148.000 atau jauh dari eksepektasi di level 190.000. Sedangkan tingkat pengangguran masih stabil di level 4,1%.

Dengan kondisi demikian, Rully memperkirakan pada Senin (8/1) rupiah akan bergerak stabil atau cenderung tertekan. Menurut dia, sekarang ini indikator teknikal telah memberi sinyal koreksi. Apalagi kenaikan pada pekan lalu sudah terlalu tinggi

Di lain pihak Yulia Safrina, Analis PT Monex Investindo Futures menjelaskan, penguatan rupiah cukup ditopang oleh kondisi ekonomi domestik yang membaik. Indeks keyakinan konsumen bulan Desember tercatat membaik dari 122,1 di bulan November menjadi 126,4 di bulan Desember. “Ada indikasi ekonomi Indonesia lebih positif,” paparnya.

Namun serupa dengan Rully, ia pun menebak pergerakan rupiah pada Senin (8/1) akan dibayangi pelemahan. Harganya akan terkonsolidasi karena sepekan sebelumnya sudah membukukan kenaikan sekitar 170 bps. Padahal biasanya kenaikan rupiah hanya berada pada kisaran 70 bps saja.

Yulia memperkirakan, valuasi rupiah bisa berada di rentang Rp 13.340–Rp 13.500 per dollar AS. Sedangkan Rully menebak pergerakan rupiah di sekitar level Rp 13.390–Rp 13.450 per dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×