kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Rupiah masih rentan terserang aksi profit taking


Kamis, 04 Agustus 2016 / 06:51 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah menguat cukup signifikan, rupiah terkoreksi akibat aksi profit taking. Di pasar spot Rabu (3/8), nilai tukar rupiah per dollar AS terkikis 0,24% menjadi 13.121 dibandingkan hari sebelumnya. Lalu, mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,27% ke 13.114.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menuturkan, pelemahan rupiah karena aksi profit taking di pasar setelah rupiah terus menguat beberapa hari terakhir. Kesempatan datang saat pasar mengantisipasi data ekonomi terbaru dari AS.

“Kini pasar sedang menanti data tenaga kerja non sektor pertanian yang dirilis ADP serta data ISM non manufaktur,” kata Josua.

Diprediksi, kedua data ini tidak menggembirakan dan dollar AS melemah pada Kamis (4/8). Sedangkan penyokong rupiah adalah inflasi yang relatif aman. Selanjutnya pasar menunggu angka cadangan devisa Indonesia.

Dari eksternal, investor mencermati rapat Bank of England. Josua memperkirakan, rupiah bergerak di 13.080–13.180 pada Kamis (4/8).

Prediksi Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, antara 13.050–13.150.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×