CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Rupiah masih rentan terserang aksi profit taking


Kamis, 04 Agustus 2016 / 06:51 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Setelah menguat cukup signifikan, rupiah terkoreksi akibat aksi profit taking. Di pasar spot Rabu (3/8), nilai tukar rupiah per dollar AS terkikis 0,24% menjadi 13.121 dibandingkan hari sebelumnya. Lalu, mengacu kurs tengah Bank Indonesia, rupiah melemah 0,27% ke 13.114.

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata, menuturkan, pelemahan rupiah karena aksi profit taking di pasar setelah rupiah terus menguat beberapa hari terakhir. Kesempatan datang saat pasar mengantisipasi data ekonomi terbaru dari AS.

“Kini pasar sedang menanti data tenaga kerja non sektor pertanian yang dirilis ADP serta data ISM non manufaktur,” kata Josua.

Diprediksi, kedua data ini tidak menggembirakan dan dollar AS melemah pada Kamis (4/8). Sedangkan penyokong rupiah adalah inflasi yang relatif aman. Selanjutnya pasar menunggu angka cadangan devisa Indonesia.

Dari eksternal, investor mencermati rapat Bank of England. Josua memperkirakan, rupiah bergerak di 13.080–13.180 pada Kamis (4/8).

Prediksi Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Garuda Berjangka, antara 13.050–13.150.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×