kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah kembali tak berdaya, ini kata ekonom


Selasa, 11 Oktober 2016 / 19:57 WIB


Reporter: Petrus Sian Edvansa | Editor: Yudho Winarto

Ekonom Bank Permata Josua Pardede melihat di tengah berhasilnya program pengampunan pajak periode pertama dan cadangan devisa akhir September lalu yang meningkat, nilai mata uang utama seperti poundsterling dan euro justru melemah terhadap the greenback.

"Poundsterling melemah terhadap dollar AS karena rencana Perdana Menteri Britania Raya Theresa May yang menargetkan akan segera keluar dari Uni Eropa pada kuartal pertama 2017, sementara euro juga masih diselimuti sentimen negatif pasca kasus Deutsche Bank," ungkap Josua.

Untuk besok (12/10), Josua melihat pasar masih harus mencermati pergerakan mata uang poundsterling dan euro. "Apabila sterling dan euro mengalami suatu pelemahan lanjutan, maka mata uang di Asia dapat kembali tertekan terhadap dollar AS, termasuk rupiah," kata dia.

Risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dibuka ke publik pada Kamis (13/10) nanti juga dinilai Josua harus diperhatikan para pelaku pasar. Apabila dalam risalah ini terdapat pernyataan yang menguatkan probabilitas kenaikan suku bunga acuan, maka dollar AS akan semakin menguat, dan berimbas pada terpuruknya rupiah di hadapan dollar AS pada sisa pekan ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×