kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.784.000   -30.000   -1,07%
  • USD/IDR 17.344   78,00   0,45%
  • IDX 7.101   28,83   0,41%
  • KOMPAS100 958   2,89   0,30%
  • LQ45 684   1,82   0,27%
  • ISSI 255   0,38   0,15%
  • IDX30 380   1,10   0,29%
  • IDXHIDIV20 465   2,14   0,46%
  • IDX80 107   0,37   0,34%
  • IDXV30 136   1,19   0,88%
  • IDXQ30 121   0,39   0,32%

Rupiah Kembali Sentuh Rekor Terlemah, Begini Prediksinya untuk Kamis (30/4/2026)


Kamis, 30 April 2026 / 07:00 WIB
Rupiah Kembali Sentuh Rekor Terlemah, Begini Prediksinya untuk Kamis (30/4/2026)
ILUSTRASI. Untuk perdagangan Kamis (30/4), analis memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen eksternal.(ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah makin jeblok menjelang akhir April 2026. Rabu (29/4), kurs rupiah di pasar spot melemah 0,48% menjadi Rp 17.326 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini adalah level penutupan terlemah rupiah sepanjang masa. 

Sejalan, kurs rupiah Jisdor melemah Rp 79 atau 0,46% menjadi Rp 17.324 per dolar AS. Ini juga merupakan posisi Jisdor paling lemah sepanjang masa.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, pelemahan rupiah kali ini lebih dipengaruhi oleh sentimen domestik, meskipun indeks dolar AS hanya mengalami kenaikan tipis. Salah satu faktor eksternal yang turut memberi tekanan adalah kenaikan harga minyak mentah dunia.

Baca Juga: Big Banks Teratas, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Rebound, Rabu (29/4)

Namun demikian, Lukman menekankan bahwa tekanan utama berasal dari dalam negeri. “Tekanan kuat pada rupiah lebih mencerminkan kekhawatiran domestik, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga, penurunan cadangan devisa, dan belum ada upaya pemerintah yang jelas untuk memangkas anggaran yang tidak mendesak seperti MBG,” ujar Lukman kepada Kontan, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, ketiadaan rilis data ekonomi domestik juga membuat rupiah tidak memiliki katalis positif untuk menahan tekanan, sehingga tetap berada dalam tren melemah.

Untuk perdagangan Kamis (30/4), Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan dipengaruhi sentimen eksternal, khususnya hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). 

Meski suku bunga acuan diperkirakan tetap, pasar menanti arah kebijakan bank sentral AS.

“Pasar memperkirakan The Fed akan memberikan pernyataan yang cenderung hawkish sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak mentah,” jelasnya.

Baca Juga: Phapros (PEHA) Rombak Susunan Direksi dan Komisaris, Intan Abdams Katoppo Jadi Dirut

Menurut Lukman, rupiah masih berpotensi tertekan, kecuali muncul sentimen positif seperti meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah atau pernyataan The Fed yang lebih dovish dari ekspektasi.

Adapun untuk perdagangan Kamis (30/4/2026), Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp 17.250 hingga Rp 17.400 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×