kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Rupiah Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini, Simak Sentimennya


Senin, 26 Februari 2024 / 18:24 WIB
Rupiah Ditutup Melemah di Awal Pekan Ini, Simak Sentimennya
ILUSTRASI. rupiah spot ditutup melemah ke Rp 15.630 per dolar AS


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar Rupiah ditutup melemah di perdagangan awal pekan, Senin (26/2). Kekhawatiran lesunya ekonomi China dan potensi lonjakan inflasi menjadi faktor negatif untuk rupiah.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, rupiah melemah seiring kekhawatiran yang meningkat usai laporan perekonomian dari Moody's terhadap ekonomi China. Pada akhir pekan lalu, Moodys menarik rating dari 11 perusahaan China, yang menyebabkan para investor kembali mengevaluasi kondisi sektor properti di negeri tirai bambu tersebut.

Alhasil, Josua menyebutkan, Rupiah ditutup melemah 0,21% ke level Rp 15.630 per dolar Amerika Serikat (AS). Sejalan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga ditutup melemah 0,15% ke level 7.284, sementara yield SUN 10 tahun cenderung stabil di level 6,57%.

Pengamat Komoditas dan Mata Uang Lukman Leong menambahkan bahwa adanya faktor dari kekhawatiran peningkatan inflasi di dalam negeri akibat lonjakan harga beras. Indeks dolar AS sendiri terpantau bergerak datar.

Baca Juga: Loyo, Rupiah Spot Ditutup Melemah ke Rp 15.630 Per Dolar AS pada Hari Ini (26/2)

Sementara itu, Lukman memperkirakan, rupiah masih akan tertekan isu inflasi baik dari Indonesia ataupun Amerika. Investor turut mengantisipasi kejutan dari serangkaian data ekonomi AS yang bakal dirilis pekan ini terutama data inflasi Price Consumption Expenditure (PCE).

"Rupiah diperkirakan masih akan tertekan isu inflasi," ujar Lukman kepada Kontan.co.id, Senin (26/2).

Senada, Josua juga memperkirakan rupiah cenderung melemah di perdagangan besok Selasa (27/2). Proyeksi tersebut seiring ekspektasi rilis data penjualan rumah AS pada bulan Januari 2024 yang diperkirakan kembali meningkat.

Pertumbuhan penjualan rumah di AS diperkirakan mendorong peningkatan outlook ekonomi di Amerika, sehingga diperkirakan the Fed masih akan mempertahankan stance kebijakan suku bunga tinggi untuk waktu yang lama atau disebut higher for longer.

"Pada perdagangan besok, Rupiah diperkirakan cenderung melemah terhadap dolar AS di tengah ekspektasi rilis data penjualan rumah Amerika," ungkap Josua kepada Kontan.co.id, Senin (27/2).

Adapun Josua dan Lukman kompak memproyeksi rupiah akan bergerak dalam kisaran harga Rp 15.600 - Rp 15.700 per dolar AS di perdagangan Selasa (27/2). Rupiah diperkirakan menguat dari posisi penutupan hari ini sebesar Rp 15.630 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×