kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 17.742   -11,00   -0,06%
  • IDX 6.578   52,68   0,81%
  • KOMPAS100 860   8,60   1,01%
  • LQ45 652   7,76   1,21%
  • ISSI 230   1,30   0,57%
  • IDX30 365   4,59   1,27%
  • IDXHIDIV20 449   6,47   1,46%
  • IDX80 98   1,03   1,06%
  • IDXV30 125   0,92   0,75%
  • IDXQ30 116   1,53   1,33%

Pendapatan BSA Logistics (WBSA) Tumbuh 42,6%, Laba Bersih Tertekan 95,5%


Selasa, 01 September 2026 / 10:19 WIB
Pendapatan BSA Logistics (WBSA) Tumbuh 42,6%, Laba Bersih Tertekan 95,5%
ILUSTRASI. BSA Logistics (Dok/BSA Logistics)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) membukukan pertumbuhan pendapatan yang cukup signifikan pada semester I-2026. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengerek laba perseroan akibat tekanan margin dan meningkatnya biaya operasional.

Mengacu laporan kinerja perusahaan yang dikutip pada Selasa (1/9/2026), pendapatan konsolidasian WBSA pada paruh pertama tahun ini mencapai Rp 1,95 triliun. Angka tersebut melonjak 42,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,37 triliun.

Pertumbuhan pendapatan terjadi di seluruh segmen usaha. Kontributor terbesar berasal dari bisnis freight forwarding yang pendapatannya melesat 78,1% secara tahunan menjadi Rp 1,17 triliun dari sebelumnya Rp 655,7 miliar.

Sementara itu, pendapatan segmen land transportation naik 8,8% menjadi Rp 648,1 miliar. Adapun pendapatan warehousing & storage tumbuh 15,4% menjadi Rp 132,8 miliar.

Meski pendapatan tumbuh tinggi, tekanan terhadap profitabilitas masih membayangi kinerja WBSA. Laba kotor perseroan justru turun 20,7% menjadi Rp 139,7 miliar pada semester I-2026, dari Rp 176,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: IHSG Menguat ke 6.564,5 di Pagi Ini (1/9), Top Gainers LQ45: PTBA, WIFI, DEWA

EBITDA juga terkoreksi 6,5% menjadi Rp 96,4 miliar dari sebelumnya Rp 103,1 miliar. Alhasil, laba bersih WBSA anjlok 95,5% secara tahunan menjadi hanya Rp 1,02 miliar dari Rp 22,4 miliar.

Penurunan margin tersebut terjadi ketika perseroan menghadapi pelemahan aktivitas sektor pertambangan setelah adanya penyesuaian alokasi produksi melalui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Kondisi itu berdampak terhadap volume angkutan sekaligus meningkatkan persaingan di bisnis logistik komoditas. Perseroan pun mempertahankan harga yang kompetitif untuk menjaga hubungan dengan pelanggan dan kontinuitas volume dalam jaringan.

Di sisi lain, kenaikan biaya operasional turut menekan margin, termasuk akibat kenaikan harga minyak yang dipengaruhi konflik Iran dan dinamika global. Gross margin WBSA turun dari 12,9% pada semester I-2025 menjadi 7,17% pada semester I-2026. Sementara EBITDA margin menyusut dari 7,55% menjadi 4,94%.

Meski begitu, WBSA menilai tekanan profitabilitas pada semester pertama tahun ini lebih bersifat sementara. Perseroan melihat ruang bagi volume dan margin untuk kembali membaik apabila aktivitas produksi meningkat.

"Perseroan melihat adanya ruang bagi volume dan margin untuk bergerak ke tingkat yang lebih sehat apabila aktivitas produksi kembali meningkat," demikian disampaikan dalam keterangan resmi perusahaan.

Perkuat bisnis multimoda

Untuk menopang pertumbuhan ke depan, WBSA juga memperkuat bisnis logistik multimoda. Perseroan telah menyelesaikan akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) pada 2026 dengan nilai transaksi Rp 215 miliar.

 

Melalui akuisisi tersebut, WBSA memperoleh kendali atas PT Beruang Maritim Indonesia (BMI) yang menjalankan bisnis angkutan laut untuk berbagai jenis kargo, mulai dari dry bulk, liquid bulk, alat berat, kontainer hingga general cargo.

Integrasi bisnis marine shipping diharapkan memperluas cakupan layanan WBSA sekaligus membuka peluang cross-selling kepada pelanggan. Perseroan saat ini mengandalkan jaringan lebih dari 300 kapal dan lebih dari 100 pemilik kargo di berbagai wilayah Indonesia.

Ke depan, WBSA akan fokus mengoptimalkan skala jaringan dan struktur biaya. Strateginya antara lain memperluas rute dan basis pelanggan, meningkatkan penetrasi terhadap pelanggan eksisting, mengoptimalkan kapasitas gudang dan inland logistics terminal (ILT), serta memperkuat layanan pelabuhan dan cross-selling antarsegmen.

Perseroan juga terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dan data untuk meningkatkan utilisasi aset. Selain itu, WBSA masih menggunakan truk listrik pada proyek tertentu, terutama untuk pelanggan sektor agrikultur, serta mengeksplorasi pemanfaatan PLTS di fasilitas logistik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×