kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.741   18,00   0,10%
  • IDX 6.406   -95,98   -1,48%
  • KOMPAS100 833   -14,48   -1,71%
  • LQ45 633   -9,40   -1,46%
  • ISSI 225   -3,43   -1,50%
  • IDX30 354   -4,60   -1,28%
  • IDXHIDIV20 432   -4,21   -0,97%
  • IDX80 95   -1,63   -1,69%
  • IDXV30 120   -1,45   -1,19%
  • IDXQ30 113   -1,10   -0,97%

Rupiah Diprediksi Sideways, Demo 27 Agustus Jadi Sorotan Pasar


Rabu, 26 Agustus 2026 / 17:21 WIB
Rupiah Diprediksi Sideways, Demo 27 Agustus Jadi Sorotan Pasar
ILUSTRASI. Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) diperkirakan masih akan terbatas. Pelaku pasar mencermati sentimen eksternal (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan rupiah pada perdagangan Kamis (27/8/2026) diperkirakan masih akan terbatas. Pelaku pasar mencermati sentimen eksternal yang relatif mendukung rupiah, sementara perkembangan demonstrasi di Jakarta berpotensi meningkatkan volatilitas pasar valuta asing.

Pada perdagangan Rabu (26/8/2026), rupiah di pasar spot ditutup relatif stabil dengan kecenderungan melemah. Mengutip data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 17.725 per dolar AS, turun tipis 0,01% dibandingkan posisi Selasa (25/8/2026) sebesar Rp 17.723 per dolar AS.

Sejalan dengan pasar spot, kurs rupiah berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) juga melemah. Rupiah Jisdor turun Rp 14 atau 0,08% menjadi Rp 17.717 per dolar AS.

Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan, mengatakan rupiah masih mendapatkan dukungan dari faktor eksternal, terutama indeks dolar AS (DXY) yang bertahan di bawah level 100 serta berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.

Baca Juga: Prospek CPIN hingga Akhir 2026 Positif, Harga Unggas Jadi Penopang

Dari sisi domestik, kebijakan Bank Indonesia (BI) masih menjadi salah satu bantalan bagi pergerakan rupiah. Namun, investor juga perlu mencermati rencana demonstrasi pada Kamis (27/8/2026) di Jakarta.

Brahmantya menilai, aksi demonstrasi tersebut belum tentu secara langsung memberikan tekanan terhadap rupiah. Dampaknya terhadap pasar akan bergantung pada skala dan kondisi aksi yang berlangsung.

"Jika berlangsung tertib dan kondusif, pengaruh terhadap rupiah kemungkinan terbatas. Namun jika terjadi eskalasi yang meningkatkan ketidakpastian politik atau keamanan, investor asing bisa mengambil posisi lebih defensif sehingga memberikan tekanan jangka pendek terhadap rupiah," ujar Brahmantya kepada Kontan, Rabu (26/8/2026).

Untuk perdagangan Kamis (27/8/2026), Brahmantya memperkirakan rupiah cenderung bergerak sideways dengan volatilitas yang sedikit lebih tinggi.

Menurut dia, DXY yang masih berada di bawah level 100 memberikan ruang bagi rupiah untuk mempertahankan penguatan. Namun, dari sisi domestik, perkembangan demonstrasi 27 Agustus berpotensi menjadi sumber volatilitas tambahan.

Baca Juga: Entitas Djarum Konversi Utang BTEL Jadi Saham, Jadi Peluang atau Beban?

"Karena itu saya sedikit mengurangi bias penguatan untuk besok. Jika aksi berlangsung kondusif dan dolar tetap lemah, rupiah masih berpeluang bertahan di sekitar Rp 17.700 atau menguat. Sebaliknya, jika demonstrasi berkembang menjadi ketidakpastian yang lebih besar, rupiah berpotensi mengalami tekanan sementara," ungkap Brahmantya.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Brahmantya memperkirakan rupiah pada Kamis (27/8) berada di kisaran Rp 17.650-Rp17.850 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×