kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   -18.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.709   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.453   -48,45   -0,75%
  • KOMPAS100 842   -5,65   -0,67%
  • LQ45 637   -4,74   -0,74%
  • ISSI 227   -1,74   -0,76%
  • IDX30 356   -2,58   -0,72%
  • IDXHIDIV20 433   -3,36   -0,77%
  • IDX80 96   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 121   -0,90   -0,75%
  • IDXQ30 113   -0,76   -0,67%

Harga Emas Naik pada Rabu (26/8) Pagi, Seiring Meredanya Kekhawatiran Inflasi


Rabu, 26 Agustus 2026 / 07:56 WIB
Harga Emas Naik pada Rabu (26/8) Pagi, Seiring Meredanya Kekhawatiran Inflasi
ILUSTRASI. Harga emas naik tipis seiring meredanya kekhawatiran inflasi, melanjutkan reli selama empat hari yang dipicu oleh intervensi pasar obligasi AS.(REUTERS/Francis Kokoroko)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu (26/8/2026) pagi. Pukul 07.45 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.702,50 per ons troi, naik 0,17% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.694,50 per ons troi.

Harga emas naik tipis seiring meredanya kekhawatiran inflasi, melanjutkan reli Harga selama empat hari berturut-turut yang dipicu oleh intervensi pasar obligasi AS.

Mengutip Bloomberg, intervensi obligasi pemerintah AS dan penurunan ahrga minyak mentah membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Para pejabat dari Iran dan Oman mengumumkan sebuah kerangka kerja sementara yang bertujuan untuk melanjutkan pengiriman barang melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: RUPSLB Harta Djaya (MEJA) Setujui Kenaikan Modal Dasar, Siap Lanjutkan Akuisisi TCP

Penurunan yield obligasi AS membantu mendorong Harga emas, yang telah naik hamper 8% dalam sepekan terakhir setelah buyback obligasi AS yang bertujuan untuk menghentikan aksi jual yang mendorong yield obligasi ke level tertinggi dalam dua dekade. Upaya ini mendorong kenaikan Harga emas.

Namun, "Meskipun peluang untuk memegang emas lebih tinggi, pasar khawatir tentang stabilitas fiscal dan pasar obligasi," jelas Bernard Dahdah dalam catatannya seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×