kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Rupiah diperkirakan masih tergilas dollar besok


Minggu, 07 Juni 2015 / 16:45 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat beras impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (12/10/2023). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt.


Reporter: Namira Daufina | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Melesatnya data tenaga kerja AS pada akhir pekan lalu diprediksi akan menjadi penekan utama pergerakan rupiah, Senin (8/6). Pasalnya, ini akan semakin memberikan angin segar bagi peluang kenaikan suku bunga The Fed di tahun 2015.

Di pasar spot, Jumat (5/6) nilai tukar rupiah dihadapan USD tergelincir 0,06% ke level Rp 13.290 dibanding penutupan sebelumnya. Begitu pun di kurs tengah Bank Indonesia, posisi rupiah terhadap dollar AS ditutup merosot 0,33% di level Rp 13.288.

Sri Wahyudi, Research and Analyst PT Fortis Asia Futures menuturkan bahwa beban rupiah semakin besar pada Senin (8/6) karena melonjaknya index dollar setelah data tenaga kerja AS yang positif. Sampai Jumat indeks dollar AS sudah melambung 0,89% menyentuh level 96,30.

Selain itu, AS merilis data tenaga kerja Mei meroket menjadi 280.000 dari sebelumnya hanya 221.000. Begitu juga dengan data unemployment rate AS Mei 2015 yang naik dari 5,4% menjadi 5,5%.

“Dari data domestik sendiri tidak ada yang bisa menjadi penahan pergerakan,” kata Sri Wahyudi. Apalagi setelah data cadangan devisa Indonesia Mei 2015 menurun hanya US$ 110,8 miliar dari sebelumnya US$ 110,9 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×