Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.040
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS671.000 0,45%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Rupiah berbalik arah menguat jelang rilis neraca pembayaran

Jumat, 08 Februari 2019 / 12:37 WIB

Rupiah berbalik arah menguat jelang rilis neraca pembayaran
ILUSTRASI. Nilai tukar rupiah

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut tidak akan ada pertemuan dengan Perdana Menteri China Xin Jinping, membuat rupiah kembali terkoreksi pada pembukaan perdagangan pasar spot Jumat (8/2). Tapi, pada siang ini rupiah kembali menguat.

Mengutip Bloomberg, pukul 11.36 WIB, rupiah di pasar spot berada di Rp 13.969 per dollar AS, menguat 0,03% ketimbang Kamis lalu di Rp 13.973. Penguatan nilai tukar rupiah ini terjadi meski dollar AS menguat terhadap mata uang utama.


Analis Asia Trade Point Future, Deddy Yusuf Siregar, menjelaskan, pernyataan Trump untuk menolak bertemu dengan Jin Ping sebelum tenggat 1 Maret, membuyarkan optimisme pelaku pasar yang sudah terlanjur berkembang sebelumnya. “Oleh sebab itu, para pelaku pasar akhirnya kembali memburu safe haven. Mereka melepas mata uang emerging market, termasuk mata uang dari Indonesia,” ujar Deddy pada Kontan.co.id, Jumat (8/2).

Mengutip Bloomberg, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer pada pekan lalu menyampaikan bahwa pihaknya belum menemui kesepakatan apapun dengan China. Karena pernyataan tersebut, ancaman pemberlakuan tarif impor terhadap barang-barang asal China sebesar US$ 200 miliar, dikhawatirkan terjadi.

“Selain eskalasi perundingan perang dagang tersebut, kondisi pasar Eropa juga mengalami kontraksi. Komisi Eropa memangkas angka pertumbuhannya menjadi 1,3% tahun ini, lebih rendah sebesar 1,9% dari tahun lalu,” jelas Deddy.

Walau demikian, Deddy melihat rupiah hari ini masih akan tertopang capital inflow yang mencapai Rp 448,1 triliun pada Januari 2019. “Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun 2018 senilai Rp 401,78 triliun,” tambah Deddy.

Dengan ketersediaan dollar AS yang masih tinggi, pelemahan rupiah tidak akan melewati level Rp 14.000 per dollar AS. “Masih ada rilis data current account dan retail yang patut ditunggu, jadi masih ada peluang rupiah bertahan,” ujar Deddy.

Deddy memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp 13.930 per dollar AS - Rp 14.000 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Reporter: Amalia Fitri
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0464 || diagnostic_web = 0.3737

Close [X]
×