kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.853   7,00   0,04%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Rupiah akan semakin tertekan


Selasa, 28 Juli 2015 / 19:25 WIB
Rupiah akan semakin tertekan


Reporter: Namira Daufina | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Nilai tukar rupiah terus menghadapi pelemahan. Keperkasaan USD seolah tak terbendung apalagi setelah perekonomian global masih berbalut awan hitam.

Di pasar spot, Selasa (28/7) posisi rupiah terhadap USD melemah tipis 0,02% ke level Rp 13.465 dibanding hari sebelumnya. Begitu pun di kurs tengah Bank Indonesia rupiah tergelincir 0,05% di level Rp 13.460.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Tbk mengatakan katalis dari eksternal menjadi penekan utama. Apalagi kini pasar berfokus pada pernyataan FOMC yang akan dirilis Kamis (30/7) dini hari mendatang.

“Ini melambungkan posisi USD yang juga diuntungkan oleh keadaan perekonomian global,” kata Rully. Hingga Selasa (28/7) pukul 17.00 WIB naik 0,18% ke level 96,67.

Rully mengatakan sulit mengalahkan dominasi USD di pasar global. Selain memang spekulasi kenaikan suku bunga yang menyedot perhatian, keadaan Eropa juga ikut menguntungkan posisi USD.

“Yunani, Eropa dan para kreditur hingga kini belum usai berdiskusi memicu kekhawatiran,” ujar Rully. Uni-Eropa mengajukan syarat kepada Yunani untuk membayar utangnya senilai 3 miliar euro pada Kamis (20/8) untuk mencairkan dana bailout senilai 8,98 miliar euro yang dibutuhkan oleh Yunani. Jika itu gagal dipenuhi maka Yunani kembali bergejolak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×