kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.912   -76,00   -0,42%
  • IDX 6.071   -50,56   -0,83%
  • KOMPAS100 785   -8,35   -1,05%
  • LQ45 601   -6,98   -1,15%
  • ISSI 211   -1,12   -0,53%
  • IDX30 333   -4,43   -1,31%
  • IDXHIDIV20 424   -2,18   -0,51%
  • IDX80 90   -0,99   -1,09%
  • IDXV30 115   -0,39   -0,33%
  • IDXQ30 109   -0,96   -0,88%

Rupiah akan semakin tertekan


Selasa, 28 Juli 2015 / 19:25 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Nilai tukar rupiah terus menghadapi pelemahan. Keperkasaan USD seolah tak terbendung apalagi setelah perekonomian global masih berbalut awan hitam.

Di pasar spot, Selasa (28/7) posisi rupiah terhadap USD melemah tipis 0,02% ke level Rp 13.465 dibanding hari sebelumnya. Begitu pun di kurs tengah Bank Indonesia rupiah tergelincir 0,05% di level Rp 13.460.

Rully Arya Wisnubroto, Analis Pasar Uang Bank Mandiri Tbk mengatakan katalis dari eksternal menjadi penekan utama. Apalagi kini pasar berfokus pada pernyataan FOMC yang akan dirilis Kamis (30/7) dini hari mendatang.

“Ini melambungkan posisi USD yang juga diuntungkan oleh keadaan perekonomian global,” kata Rully. Hingga Selasa (28/7) pukul 17.00 WIB naik 0,18% ke level 96,67.

Rully mengatakan sulit mengalahkan dominasi USD di pasar global. Selain memang spekulasi kenaikan suku bunga yang menyedot perhatian, keadaan Eropa juga ikut menguntungkan posisi USD.

“Yunani, Eropa dan para kreditur hingga kini belum usai berdiskusi memicu kekhawatiran,” ujar Rully. Uni-Eropa mengajukan syarat kepada Yunani untuk membayar utangnya senilai 3 miliar euro pada Kamis (20/8) untuk mencairkan dana bailout senilai 8,98 miliar euro yang dibutuhkan oleh Yunani. Jika itu gagal dipenuhi maka Yunani kembali bergejolak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×