kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45714,31   4,95   0.70%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Rugi bersih Salim Ivomas Pratama (SIMP) naik 613,3% pada 2019, berikut penyebabnya


Jumat, 28 Februari 2020 / 11:23 WIB
Rugi bersih Salim Ivomas Pratama (SIMP) naik 613,3% pada 2019, berikut penyebabnya
ILUSTRASI. Minyak goreng Bimoli di sebuah supermarket, Tangerang Selatan, Jumat (14/2). 

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen crude palm oil (CPO) PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatatkan rugi bersih Rp 546,15 miliar pada 2019. Jumlah kerugian ini naik 613,3% dari tahun 2018 yang sebesar Rp 76,57 miliar.

Berdasarkan keterangan resmi SIMP, Jumat (28/2), peningkatan rugi bersih ini disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) dari produk sawit, yaitu CPO dan palm kernel (PK). ASP CPO Salim Ivomas Pratama turun 3% year on year (yoy), sementara ASP PK merosot 39% yoy.

Baca Juga: Saham emiten CPO berpeluang naik, saham apa saja yang layak koleksi?

Padahal, volume penjualan CPO relatif tetap, yakni sebesar 882.000 ton. Bahkan, volume penjualan produk PK naik 14% menjadi 220.000 ton. Alhasil, penjualan Salim Ivomas Pratama pada 2019 turun 3% secara tahunan, dari Rp 14,06 triliun menjadi Rp 13,65 triliun.

Selain karena nilai penjualan yang menurun, kenaikan rugi bersih SIMP yang signifikan juga disebabkan oleh beberapa pos beban yang meningkat.

Berdasarkan laporan keuangan SIMP 2019 yang telah diaudit, beban operasional lain membengkak 232,14% yoy menjadi Rp 294,30 miliar.

Selanjutnya, beban pajak penghasilan meningkat 15,66% yoy ke Rp 445,05 miliar, beban umum dan administrasi naik 8,26% yoy menjadi Rp 916,3 miliar, dan beban keuangan naik 5,92% yoy menjadi Rp 905,8 miliar.

Direktur Utama SIMP Mark Wakeford mengatakan, tahun 2019 merupakan tahun yang sangat menantang bagi industri agribisnis seiring dengan pelemahan harga komoditas untuk tanaman-tanaman utama SIMP.

"Hal ini berdampak signifikan pada kinerja keuangan terutama Divisi Perkebunan. Namun demikian, pelemahan ini sebagian dapat diimbangi oleh kenaikan kinerja yang kuat dari Divisi Minyak & Lemak Nabati yang mana divisi ini mencatat kenaikan laba seiring dengan pertumbuhan volume penjualan dan biaya bahan baku yang lebih rendah," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2).

Memang, jika dilihat dari hasil produksinya, total produksi CPO Salim Ivomas Pratama pada 2019 turun 9% yoy menjadi 840.000 ton. Hal ini seiring dengan produksi tandan buah segar (TBS) inti yang mengalami penurunan 2% yoy menjadi 3,30 juta ton dan kontribusi TBS eksternal yang lebih rendah.

Baca Juga: Tahun Ceria bagi Emiten Sawit, Ini Rekomendasi Analis untuk Saham CPO

"Produksi TBS inti turun karena kami melakukan penanaman kembali pada sebagian lahan yang berusia tua dengan benih bibit yang memiliki potensi hasil panen tinggi," ungkap Mark.

Oleh karena itu, di tengah kondisi harga komoditas yang berfluktuasi, ke depannya, SIMP akan memprioritaskan belanja modal pada aspek-aspek yang memiliki potensi pertumbuhan. Perusahaan ini juga akan berfokus pada pengendalian biaya serta inovasi untuk peningkatan produktivitas.

Adapun aset SIMP pada 2019 meningkat 0,7% yoy menjadi Rp 34,91 triliun. Sejalan dengan utang yang naik 4,58% yoy menjadi Rp 17,13 triliun dan ekuitas yang turun 2,76% ke Rp 17,78 triliun.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×