kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,93   13,36   1.33%
  • EMAS987.000 0,30%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Robot trading makin marak, investor harus hati-hati


Minggu, 10 Oktober 2021 / 11:41 WIB
 Robot trading makin marak, investor harus hati-hati
ILUSTRASI. Grafik perdagangan Forex.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren platform perdagangan yang menawarkan robot trading kini semakin menjamur. Mulai dari perdagangan forex hingga kripto kini sudah semakin banyak yang menawarkan fitur robot trading.

Namun, nyatanya tak sedikit juga platform tersebut ujung-ujungnya hanya berkedok menipu dan menjadi investasi bodong. Apalagi, banyak juga platform robot trading yang mengiming-imingi masyarakat dengan imbal hasil besar, minim risiko, dan tidak perlu melakukan kegiatan trading sama sekali

Pengamat dan praktisi investasi Desmond Wira mengatakan, berdasarkan penelusurannya, ditemui beberapa kejanggalan pada platform robot trading. Antara lain, tingginya rasio keuntungan dibanding kerugian yang dicetak oleh robot trading. Padahal tidak ada keuntungan yang mutlak 100%

Lalu, praktik robot trading yang hanya bisa dioperasikan di broker tertentu. Padahal, dengan sistem Expert Advisor (EA) seharusnya robot trading dapat digunakan oleh broker forex lain. 

“Hal ini diperparah dengan legalitas atau regulasi broker yang tidak jelas, sehingga ketika terjadi penipuan, uang pengguna akan hilang semuanya,” kata Desmond kepada Kontan.co.id, Jumat (8/10). 

Baca Juga: Satgas Waspada Investasi: Waspadai robot trading yang janjikan keuntungan tinggi

Kejanggalan lain, skema member get member atau money game ala skema ponzi untuk memberikan keuntungan yang digunakan oleh berbagai platform robot trading. Logikanya, ketika robot trading terus digunakan, tidak perlu menggunakan member get member

Hal tersebut dinilai justru mengindikasikan platform robot trading membutuhkan uang dari anggota baru untuk operasionalnya, layaknya skema ponzi lain.  “Saya menyarankan untuk menjauhi penawaran robot trading ini karena cenderung tidak aman atau berbahaya,” katanya.

Sementara Co-founder Cryptowatch dan pengelola channel Duit Pintar Christopher Tahir menambahkan, penggunaan robot trading akan membuat akun kita dikendalikan oleh si robot trading melalui Application Programming Interface (API), sehingga potensi keberadaan celah keamanan menjadi sangat besar.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan investor untuk menggunakan robot trading yang memang sudah teruji kualitasnya. Namun, investor harus tetap mengetahui bagaimana cara robot trading mengambil keputusan, seperti apa manajemen risiko, serta tingkat keamanannya. 

“Untuk robot trading ini sendiri ibarat pengguna memiliki asisten yang mengerjakan pekerjaan rutinnya saja. Fungsi utamanya untuk mengeliminasi sisi emosional dari trader dengan tujuan agar keputusan dibuat secara objektif bukan subjektif,” imbuh Christopher

Namun, jika robot dikeluarkan oleh pihak perusahaan terkait, menurutnya hal ini menjadi sarat akan konflik kepentingan. Apalagi, jika robot-robot trading tersebut menjanjikan keuntungan secara bombastis. 

“Ketika secara hitung-hitungan sudah tidak masuk akal untuk si penyedia robot mendapatkan keuntungan, jadinya patut dipertanyakan soal keabsahannya. Penjual atau marketing trading robot penjanji keuntungan seperti ini seharusnya ditindak,” imbuh Christopher.

 

Selanjutnya: Uang nasabah bisa hilang seketika, ini modus investasi bodong berkedok robot trading

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×