kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Restrukturisasi utang butuh waktu, simak rekomendasi analis untuk saham KRAS


Senin, 27 Januari 2020 / 21:35 WIB
Restrukturisasi utang butuh waktu, simak rekomendasi analis untuk saham KRAS
ILUSTRASI. Pekerja memotong lempengan baja panas di pabrik pembuatan hot rolled coil (HRC) PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Cilegon.

Reporter: Kenia Intan | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setahun ini, emiten baja pelat merah PT Krakatau Steel (KRAS), tengah melaksanakan restrukturisasi utangnya. Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id, total ada US$ 2,2 miliar utang yang akan direstrukturisasi. 

Meskipun ada komitmen KRAS untuk memperbaiki utangnya, Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menilai prospek saham KRAS ke depan masih berat karena perusahaan masih merugi. 

"Proses restrukturisasi bisa memakan waktu lebih dari tiga tahun," kata Wawan ketika dihubungi Kontan.co.id, Senin (27/1). 

Baca Juga: Restrukturisasi Utang Krakatau Steel (KRAS) Kelar Januari 2020

Padahal peluang bagi emiten baja di Indonesia masih besar. Produksi baja di dalam negeri baru mencapai sekitar tujuh juta ton. Sementara kebutuhan baja diperkirakan hingga 14 juta ton per tahun. Di sisi lain, tantangan industri ini adalah harga baja produksi dalam negeri masih sulit bersaing dengan baja impor. 

"Terkait harga, KRAS  akan bisa bersaing bila beralih ke bahan bakar batubara misalnya. Namun hal ini butuh waktu," tambahnya. 

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus juga berpendapat bahwa pasar industri baja sesungguhnya masih besar. Menurutnya, industri baja memungkinkan menggeliat jika tiap emiten baja memiliki strategi. Sebab, persaingan dengan baja impor masih menjadi tantangan utama industri ini.

"Tahun ini masih akan menggeliat baik, asalkan setiap emiten punya strategi yang baik," katanya kepada Kontan.co.id. 

Komitmen KRAS untuk melakukan restrukturisasi utang sesungguhnya bisa menjadi sentimen positif bagi harga sahamnya. 

Sementara itu, Wawan melihat harga saham KRAS sedang all time low. Berdasar data RTI Business, per Senin (27/1) saham KRAS berada pada harga Rp 260. Harga ini menurun 14,47% sejak awal tahun 2020. 

Kondisi ini bukan hal baru bagi KRAS, sebab sejak lima tahun terakhir saham KRAS terus memerah. Tercatat, saham KRAS memerah hingga 46,75%. 

Menurut Wawan, bagi investor yang masih percaya KRAS dapat bangkit, sebaiknya buy on weakness bila harga berada di sekitar harga Rp 200. 

"Namun ini harus orientasi jangka panjang minimal tiga tahun," tutup Wawan. 

Baca Juga: Silmy Karim terus mengakumulasi saham Krakatau Steel (KRAS)

Asal tahu saja, hingga kuartal III 2019 pendapatan KRAS tercatat menurun 17,32% secara year on year (yoy) menjadi US$ 1,05 miliar. 

Tak cuma itu, pada kuartal III 2019, KRAS juga mencatatkan kerugian sebesar US$ 211,91 juta, membengkak dari periode yang sama di tahun lalu yang sebesar US$ 37,38 juta. 

Berdasar data yang dihimpun Kontan.co.id, pembengkakan yang terjadi didorong oleh restrukturisasi yang mencapai puncaknya di semester I tahun lalu, serta banjir impor baja yang sudah terjadi selama 1,5 tahun terakhir. Adapun hingga kuartal III-2019, restrukturisasi yang berjalan sudah 78%. 





Close [X]
×