kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Restrukturisasi Fiber Jadi Sentimen Positif, Cek Rekomendasi Saham TLKM, ISAT & EXCL


Sabtu, 03 Januari 2026 / 08:06 WIB
Restrukturisasi Fiber Jadi Sentimen Positif, Cek Rekomendasi Saham TLKM, ISAT & EXCL
ILUSTRASI. Relokasi Kabel Fiber Optik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Emiten telekomunikasi tengah menggenjot berbagai strategi untuk mengoptimalkan aset fiber optik, cemrati saham rekomendasi analis.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten telekomunikasi tengah menggenjot berbagai strategi untuk mengoptimalkan aset fiber optik. Langkah ini membuka peluang baru bagi peningkatan kinerja keuangan sekaligus menjadi katalis pergerakan harga saham sektor telekomunikasi.

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menjadi salah satu emiten yang telah merealisasikan strategi restrukturisasi tersebut. Pada 18 Desember 2025, TLKM menandatangani akta pemisahan bisnis dan aset wholesale fiber connectivity tahap pertama ke entitas Infranexia.

Pada tahap awal, TLKM memisahkan aset fiber optik senilai Rp 35,3 triliun atau sekitar 50% dari total aset fiber yang akan dikelola Infranexia. Secara keseluruhan, nilai aset fiber optik yang ditargetkan masuk ke Infranexia mencapai Rp 90 triliun.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Daya Beli, Cek Rekomendasi Saham Emiten Sektor Ritel

Sementara itu, PT Indosat Tbk (ISAT) juga menyiapkan pemisahan aset fiber optik ke dalam entitas FiberCo dengan nilai perusahaan mencapai Rp 14,6 triliun. ISAT telah menggandeng investor strategis, yakni Arsari Group dan Northstar, guna memperkuat rencana tersebut.

Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Anantara dan Erindra Krisnawan, mencermati bahwa operator seluler menerapkan pendekatan restrukturisasi fiber optik yang berbeda-beda, meski memiliki tujuan yang sama.

“Tujuannya adalah menurunkan intensitas belanja modal, memperluas jangkauan jaringan, meningkatkan arus kas, serta membuka nilai aset,” tulis mereka dalam riset.

TLKM, misalnya, menempuh pendekatan berbasis ekosistem melalui spin-off InfraCo dan rencana penjualan 20%–30% saham minoritas dengan valuasi sekitar 9–12 kali EV/EBITDA. 

Baca Juga: Belanja Pemerintah Bisa Jadi Katalis, Simak Rekomendasi Saham Sektor Ritel

Di sisi lain, ISAT menargetkan pembukaan nilai aset melalui rencana penjualan 70% saham jaringan fiber sepanjang 92.000 kilometer dengan estimasi nilai transaksi mencapai US$ 1 miliar atau setara 12,7 kali EV/EBITDA.




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×