Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
BRI Danareksa Sekuritas juga mencermati bahwa PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) berpotensi bergerak menuju pelepasan penuh dari infrastruktur fiber. Langkah ini sejalan dengan pemisahan ServiceCo dan InfraCo di PT Link Net Tbk (LINK), serta divestasi terbaru di PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).
Meski dinilai menjadi katalis penting, dampak restrukturisasi fiber optik disebut bersifat selektif antar emiten. BRI Danareksa Sekuritas menilai ISAT menawarkan potensi kenaikan harga saham jangka pendek secara taktis, terutama dari peluang pembagian dividen hasil transaksi.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRI Danareksa Sekuritas Selasa (30/12)
Pandangan serupa disampaikan Head of ASEAN TMT Equity Research JP Morgan, Ranjan Sharma. Ia menilai restrukturisasi fiber berpotensi mendorong kinerja harga saham yang signifikan bagi sejumlah operator terpilih dalam jangka menengah, dengan potensi terbesar pada saham ISAT.
JP Morgan Sekuritas memberikan peringkat overweight untuk ISAT dan netral untuk TLKM. Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli untuk ISAT dengan target harga Rp 3.000 per saham, TLKM Rp 4.000 per saham, dan EXCL Rp 4.100 per saham.
Selanjutnya: Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun
Menarik Dibaca: Samsung A16 HP untuk Jangka Panjang, Ada Update OS 6 kali & Keamanan 6 Tahun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













