kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45931,36   3,72   0.40%
  • EMAS1.320.000 -0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Resmi Melantai di BEI, Begini Rencana Ekspansi Agro Bahari Nusantara (UDNG)


Selasa, 31 Oktober 2023 / 11:53 WIB
Resmi Melantai di BEI, Begini Rencana Ekspansi Agro Bahari Nusantara (UDNG)
Pencatatan perdana saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/10).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/10). UDNG mengawali transaksi perdananya dengan menguat 10%.

UDNG menetapkan harga penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) senilai Rp 100. Ini merupakan batas atas dari harga book building di kisaran Rp 90–Rp 100.

Agro Bahari Nusantara menawarkan sebanyak-banyaknya 500 juta saham. Ini setara dengan 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Alhasil, UDNG berhasil memperoleh dana segar sebanyak Rp 50 miliar. Secara umum, dana itu akan digunakan untuk ekspansi bisnis dan modal kerja.

Direktur Utama Agro Bahari Nusantara Vincent Lukito menjelaskan sekitar Rp 40 dari dana IPO akan disetor ke anak usaha, yaitu PT Marina Bahari Sentosa.

Baca Juga: Menakar Potensi Cuan Saham IPO di Sepanjang Oktober 2023

"Nantinya untuk Marina Bahari Sentosa akan dibangun sekitar 30 hingga 40 kolam produksi," jelas dia saat ditemui di Gedung BEI, Selasa (31/1).

UDNG telah memiliki 14 kolam produksi intensif dan super-intensif. Dengan tambak tersebut kapasitas produksi UDNG mencapai 200 ton per tahun.  

Targetnya tambak udang anyar itu akan mulai dibangun pada Januari 2024 karena masih ada beberapa proses yang harus dilakukan UDNG, seperti pembebasan lahan dan lainnya.

Pembangunan kolam produksi itu diproyeksikan membutuhkan waktu selama satu tahun. Dus, tambak-tambak itu bisa selesai di sekitar Januari 2025.

"Setelah pembangunan kolam produksi di anak usaha, target produksi kami bisa meningkat menjadi 850 ton per tahun," kata Vincent.

Vincent menuturkan sisa dana IPO setelah dikurangi biaya emisi dan lainnya akan dipakai sebagai modal kerja untuk UDNG maupun entitas usahanya.

 

Adapun modal kerja tersebut termasuk pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik serta untuk biaya operasional gaji, listrik, dan biaya umum operasional.

Pada kesempatan yang sama, UDNG juga menerbitkan maksimal 400 juta Waran Seri I atau setara dengan 32% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun harga pelaksanaan Waran seri I sebesar Rp 105 per lembar. Dengan begitu, total hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya Rp 42 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
EVolution Seminar Supply Chain Management on Sales and Operations Planning (S&OP)

[X]
×