kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Relaksasi mineral mentah menekan harga jual nikel


Rabu, 11 Januari 2017 / 18:11 WIB


Reporter: Emir Yanwardhana | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Aturan Relaksasi Mineral Mentah akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Namun beberapa analis melihat, implementasi aturan ini dapat berdampak negatif bagi emiten tambang mineral.

Analis Minna Padi Investama Christian Saortua mengatakan harga komoditas merupakan komponen utama untuk menunjang pendapatan bagi produsen hasil tambang mineral. Jika dilihat, relaksasi ini bisa berdampak positif bagi perusahaan, karena keran ekspor yang dibuka tanpa harus diolah.

Di sisi lain, meski penjualan volume perusahaan dapat meningkat, namun harga jual komoditas bisa mengalami penurunan khususnya bagi pasar global. ”Kemungkinan fluktuasi harga nikel bisa terjadi, karena pasar akan dibanjiri raw material dengan cepat,” kata Christian kepada Kontan, Rabu (11/1).

Seperti yang dialami oleh INCO. Produsen nikel ini memang bergantung pada harga komoditas global karena natur dari bisnis perusahaan yang menjual produk nickel matte untuk pasar ekspor.

Jika harga nikel secara global kembali mengalami tren penurunan, dampaknya, kinerja perusahaan kemungkinan bisa sama seperti pada awal tahun lalu. Makanya, Christian berharap, ada aturan lanjutan yang bisa menahan laju ekspor biji nikel dipasar setelah relaksasi berlangsung. Hal ini untuk mengantisipasi ketimpangan dalam suplai global yang dapat mengganggu harga jual.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×