kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Reksadana terproteksi diminati beragam kalangan investor


Selasa, 20 November 2018 / 15:00 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Reksadana


Reporter: Dimas Andi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerbitan reksadana terproteksi tergolong marak mendekati akhir tahun ini seiring tren kenaikan yield surat utang negara (SUN) dan suku bunga acuan. Peminat instrumen tersebut cukup beragam, mulai dari investor institusi hingga ritel.

Managing Director, Head Sales & Marketing Henan Putihrai Asset Management, Markam Halim mengungkapkan, kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh reksadana terproteksi membuat produk tersebut diminati oleh investor institusi maupun ritel.

Biasanya, investor institusi mengincar reksadana ini untuk memperbaiki performa portofolio produk berbasis obligasinya yang menurun akibat gejolak pasar. “Reksadana ini juga dipilih oleh investor ritel yang sudah melek investasi dan melihat peluang mendapatkan yield lebih tinggi dari deposito,” terang dia, Senin (19/11).

Di sisi lain, Direktur Ayers Aset Management, Idrus melihat, sejauh ini investor institusi lebih mendominasi pembelian reksadana terproteksi ketimbang investor ritel. Pasalnya, investor institusi seperti perusahaan asuransi dan perbankan pada umumnya memiliki kebutuhan portofolio instrumen berbasis obligasi yang cukup besar.

Selain itu, tidak semua manajer investasi bisa mengakomodasi karakteristik investor ritel yang terbiasa berinvestasi dengan biaya yang relatif rendah.

Apalagi, manajer investasi biasanya memiliki target dana kelolaan untuk tiap reksadana terproteksi yang diterbitkan. Tak hanya itu, manajer investasi juga dibatasi oleh masa penawaran instrumen tersebut yang maksimal 120 hari bursa.

“Jadi, bukan perkara mudah bagi manajer investasi untuk memenuhi target dana Rp 50 miliar dengan waktu terbatas kalau hanya mengandalkan investor ritel,” ungkapnya, kemarin.

Sekadar mengingatkan, berdasarkan data Kustodian Sentra Efek Indonesia, terhitung sejak tanggal 1—19 November, sudah ada 14 produk reksadana terproteksi baru yang beredar di pasar. Contohnya adalah HPAM Smart Syariah Protected II, Avrist Dana Terproteksi Spirit 5, Ayers Protected Fund I, dan Sucorinvest Proteksi 27.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×