kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.207   210,42   4,21%
  • KOMPAS100 668   37,21   5,90%
  • LQ45 520   31,69   6,49%
  • ISSI 179   6,27   3,64%
  • IDX30 292   19,12   7,00%
  • IDXHIDIV20 384   26,67   7,47%
  • IDX80 77   4,46   6,16%
  • IDXV30 107   6,26   6,21%
  • IDXQ30 97   6,91   7,70%

Reksadana pendapatan tetap paling moncer Januari


Kamis, 02 Februari 2017 / 11:49 WIB


Reporter: Umi Kulsum | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Reksadana pendapatan tetap berhasil membukukan kinerja paling baik sepanjang Januari 2017. Kinerja instrumen obligasi yang positif di bulan pertama tahun ini menopang kinerja reksadana pendapatan tetap.

Sepanjang Januari Infovesta Fixed Income Fund Index, yang menggambarkan rata-rata kinerja reksadana pendapatan tetap, tumbuh 1,02%. Kenaikan tersebut lebih tinggi dibanding kenaikan Infovesta Balanced Fund Index.

Indeks yang menggambarkan kinerja rata-rata reksadana campuran itu cuma naik 0,64%. Infovesta Equity Fund Index, yang menggambarkan kinerja rata-rata reksadana saham, malah cuma naik 0,26%.

Direktur Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo menjelaskan, kinerja reksadana pendapatan tetap terdongkrak berkat rebound harga obligasi. "Karena di November dan Desember, harga obligasi terkoreksi dalam," kata dia, Rabu (2/2). Belum lagi, sepanjang bulan lalu, investor asing kembali masuk ke obligasi dalam negeri.

Head of Fixed Income Manulife Aset Manajemen Indonesia Ezra Nazula Ridha bilang, likuiditas yang pulih di pasar menyebabkan investor lokal seperti perbankan membeli obligasi, khususnya yang jangka pendek. Sementara kinerja reksadana saham melempem lantaran kinerja rata-rata saham juga kurang oke.

Soni menyebut, pelaku pasar cenderung ragu masuk ke saham karena tak bisa menduga efek kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, pilkada pada 15 Februari 2017 juga membuat investor enggan masuk ke investasi high risk.

Direktur Utama Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar sepakat. Rendahnya imbal hasil reksadana saham terjadi lantaran pasar masih wait and see terhadap kondisi eksternal dan internal. "Dari dalam negeri, pasar juga mesih menunggu laporan keuangan emiten 2016 diumumkan," tambah dia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×