kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Rekomendasi: Prospek INCO cerah tersulut kenaikan harga nikel dan divestasi


Jumat, 28 Agustus 2020 / 05:00 WIB
Rekomendasi: Prospek INCO cerah tersulut kenaikan harga nikel dan divestasi


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Handoyo

Kenaikan harga nikel juga didukung dari terhentinya suplai nikel ore asal Indonesia akibat aturan larangan ekspor nikel ore dari Kementerian ESDM sejak 1 Januari 2020.

Isnaputra menambahkan seiring dengan kembali dibukanya aktivitas ekonomi global secara perlahan, harga nikel berpotensi naik ke US$ 14.300 per metrik ton untuk tahun 2020-2021.

"Setiap 1% perubahan proyeksi harga nikel di tahun ini, akan mengubah perkiraan penghasilan INCO sebesar 9,1%," kata Isnaputra. Alahsil, Isnaputra menaikkan proyeksi laba INCO menjadi US$ 58 juta dengan asumsi harga nikel di US$ 13.007 per metrik ton.

Dessy memproyeksikan harga nikel bisa kembali ke level US$ 13.000 per metrik ton atau naik dari rata-rata harga selama semester I-2020 di US$ 12.300 per metrik ton. Harga nikel juga Dessy proyeksikan lanjut menguat hingga US$ 14.300 per ton di 2021.

Dessy merekomendasikan beli di target harga Rp 4.000 per saham. Isnaputra juga merekomendasikan beli di target harga Rp 5.000 per saham. Kompak Delvin Teh Analis BCA Sekuritas merekomendasikan beli di target harga Rp 4.300 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×