kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Rekomendasi analis bagi emiten rokok


Senin, 23 Mei 2016 / 21:09 WIB
Rekomendasi analis bagi emiten rokok

Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Bulan Mei 2016 adalah bulan positif untuk pertumbuhan rokok eceran. Namun dari hasil survei Kevin Halim dan Ferdy Wan dari tim Riset Mandiri Sekuritas menemukan peningkatan rerata harga jual yang lebih lambat 1,4% MoM pada Mei 2016.

Turun dibandingkan dengan pertumbuhan MoM 2,5% pada April 2016. Djarum membukukan kenaikan harga MoM tertinggi 2,1%.

"Tetapi survei kami menemukan peningkatan rerata harga jual yang lebih lambat 1,4% MoM pada Mei 2016 dibandingkan dengan pertumbuhan MoM 2,5% pada April 2016 kata Kevin Halim dan Ferdy Wan dari tim Riset Mandiri Sekuritas

Dalam 5 bulan terakhir, rata-rata kenaikan harga rokok 4,8% year to date (YTD). Dalam sampel Kevin dan Fery menambahkan dua merek rokok yakni LA Bold oleh PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk dan Dunhill Mild 20 oleh PT Bentoel Internasional Investama Tbk.

HMSP mencatat kenaikan harga 1,3% MoM. Cenderung stabil pada bulan Mei ini, dibandingkan dengan 5 bulan rata-rata historis 1,5% MoM. Penggerak utama untuk HMSP pada bulan Mei ini adalah DSS Magnum Biru 16, yang naik 3,2% MoM.

"Pertumbuhan yang tinggi di DSS Magnum Biru 16 disebabkan oleh pertumbuhan datar 0% MoM pada April 2016," kata kata kevin dan Ferdy.

Kejutan datang dari A Mild 12 yang harganya turun 1,8% MoM meskipun baru saja berubah menjadibanderol cukai 2016. Penurunan harga A Mild 12 terutama terjadi di toko-toko tradisional.

Secara YTD, HMSP berhasil mempertahankan pertumbuhan positif 5,3%. Untuk saham HMSP mereka merekomendasikan neutral dengan target harga Rp 107.250

Sementara untuk Harga rokok PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 1,1% MOM pada Mei ini, dibandingkan dengan peningkatan 5 bulan rata-rata historis 0,8% MoM. Harga GG Surya Pro 16 meningkat paling banyak pada May'16 sebesar 3,3%.

"Kami menduga ini adalah langkah GGRM untuk mempertahankan harga premiumnya dibandingkan HMSP DSS Magnum Biru 16," kata Kevin dan Ferdy.

GGRM berhasil membukukan kenaikan harga 3% YTD. Kevin dan Ferdy merekomendasikan buy saham GGRM, dengan target harga Rp 56.000.

Sementara Djarum mencatat pertumbuhan rerata harga jual tertinggi 2,1% MoM pada Mei 2016. Djarum Super 12 mencatat kenaikan harga tertinggi 5% MoM pada Mei 2016. Menurut Kevin dan Ferdy, kenaikan harga untuk merek tersebut dalam beberapa bulan terakhir memang telah ketinggalan dengan yang lain.

Djarum Coklat 12 menjadi yang kedua dengan pertumbuhan 2,4% MoM, karena Grup memutuskan untuk menaikkan harga banderol cukai pada Mei 2016. Djarum juga telah meningkatkan harga banderol 2016 untuk Djarum Coklat 12 sebesar 8% pada Mei 2016. Djarum berhasil meningkatkan rerata harga jual 4,8% YTD per Mei 2016.

Sementara PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) berhasil meningkatkan rerata harga jual (ASP) sebesar 1,9% MoM pada Mei 2016. Harga itu tertinggi kedua selama sebulan. "Pertumbuhan didorong oleh Diplomat 12, yang sekarang dijual pada harga premium dibandingkan dengan Dji Sam Soe 12 dan GG International 12," kata Kevin dan Ferdy dalam risetnya.

Sebagai informasi semua rokok pilihan di sampel pada Mei 2016 telah menggunakan cukai banderol Mei 2016. Tiga merek tertentu yang telah pindah dari cukai banderol 2015 ke cukai banderol 2016 yaitu Sampoerna A Mild 12, GG Mild 16 dan LA Lights 16, naik 15%, 23% dan 13% dibandingkan harga banderol 2015 masing-masing. Selain itu, Djarum telah meningkatkan harga banderol 2016 untuk Djarum Coklat 12 sebesar 8% pada Mei 2016.




TERBARU

Close [X]
×