Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Saham emiten sektor ritel berpotensi mendapat dorongan kinerja pada awal tahun 2026 seiring momentum konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.
Periode festive season ini secara historis menjadi pendorong utama penjualan ritel yang berimbas pada peningkatan kinerja emiten di sektor ini seperti PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi mengatakan momentum Ramadan dan Lebaran memiliki kontribusi signifikan terhadap pendapatan tahunan emiten ritel.
Selain itu, kenaikan rata-rata upah minimum regional (UMR) nasional pada 2026 juga berpotensi meningkatkan daya beli masyarakat sehingga menopang penjualan.
Baca Juga: Rekomendasi Saham Ritel 9 Maret 2026: MIDI, MAPA, MAPI, hingga ACES Masih Prospektif
“Momentum ini menyumbang 30%-40% pendapatan tahunan emiten ritel," terang Wafi kepada Kontan, Jumat (6/3/2026).
Terkhusus MAPI dan MAPA, akan terdorong oleh konsumsi gaya hidup menengah-atas, ACES dari kebutuhan perabotan rumah tangga, dan MIDI dari kenaikan traffic produk fast moving consumer goods (FMCG).
Wafi menambahkan, puncak penjualan emiten ritel umumnya terjadi pada semester pertama sehingga dapat menjadi penopang arus kas (cash flow) bagi emiten untuk melakukan ekspansi gerai hingga akhir tahun.
Sama halnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim memperkirakan emiten ritel masih mencatatkan pertumbuhan pendapatan, meskipun pemulihan penjualan Same Store Sales Growth (SSSG) bakal relatif terbatas.
"SSSG MIDI membaik menjadi -0,39% pada kuartal IV 2025 sehingga membawa SSSG sepanjang 2025 menjadi positif 1,48%," jelas Christy dalam riset 13 Februari 2026.
Sebaliknya, ACES dinilai masih belum menunjukkan pemulihan SSSG yang signifikan. Pada Desember 2025, SSSG ACES tercatat -8,3% meskipun terdapat dorongan musiman dari periode akhir tahun.
Baca Juga: Daya Beli Naik Saat Ramadan Potensi Dongkrak Kinerja Emiten Ritel
Secara agregat, dia memproyeksi sektor ritel membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 6,5% secara tahunan dan 8,6% secara kuartalan (qoq) pada kuartal IV 2025.
Di antara emiten ritel tersebut, MAPA diproyeksikan Christy mencatat pertumbuhan pendapatan tertinggi sebesar 22,6% yoy sepanjang tahun 2025.
"Ini didukung faktor musiman akhir tahun, terutama dari merek alas kaki utama seperti New Balance, Hoka, Skechers, dan Foot Locker," bubuhnya.
Selanjutnya disusul oleh MIDI yang diperkirakan tumbuh 7,3% yoy, MAPI sekitar 7% yoy, ACES sebesar 3,1% yoy.
Pertumbuhan pendapatan ACES yang diproyeksi paling minim, sebab indikasi penjualan dan SSSG pada Des25 terbilang lemah. Selain itu juga meningkatnya belanja iklan dan promosi sepanjang tahun untuk rebranding AZKO.
Lebih dalam, Wafi mengingatkan investor tetap perlu mencermati sejumlah sentimen yang berpotensi memengaruhi kinerja sektor ritel sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Pencairan THR 2026 Jadi Katalis Emiten Konsumer dan Ritel, Cek Rekomendasi Sahamnya
Dari sisi positif, Wafi melihat potensi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) dapat meningkatkan konsumsi domestik.
Selain itu, strategi ekspansi gerai ke luar Pulau Jawa juga menjadi katalis pertumbuhan bagi emiten ritel.
Sebaliknya, ada pula sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Wafi menilai volatilitas nilai tukar rupiah serta potensi gangguan rantai pasok logistik global dapat menekan margin kotor emiten ritel yang memiliki eksposur tinggi terhadap produk impor.
“Volatilitas rupiah dan gangguan rantai pasok global berisiko menekan margin kotor MAPI, MAPA, dan ACES karena ketiganya memiliki eksposur produk impor yang cukup besar,” jelasnya.
Dengan berbagai faktor tersebut, Wafi masih melihat peluang pada sejumlah emiten ritel. Dia merekomendasikan buy ACES dengan target harga Rp 550 per saham, buy MAPI dengan target Rp 1.300 per saham, dan juga buy MIDI dengan target Rp 350 per saham.
Sementara Christy menjagokan MIDI dan MAPA untuk buy dengan target harga masing-masing Rp 550 dan Rp 800 per saham.
Baca Juga: Saat Daya Beli Turun, Saham Ritel MIDI, MAPI, MAPA, ACES Mana yang Menarik?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













