kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Proyek AI Zankore Bisa Tambah Laba hingga 29%, Target Saham Indosat (ISAT) Dikerek


Selasa, 11 Agustus 2026 / 06:35 WIB
Proyek AI Zankore Bisa Tambah Laba hingga 29%, Target Saham Indosat (ISAT) Dikerek
ILUSTRASI. Pelayanan pelanggan di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana PT Indosat Tbk (ISAT) dan Ooredoo Group mengembangkan platform komputasi kecerdasan buatan (AI) Zankore dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi Indosat.

Analis Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus dalam riset 10 Agustus 2026 menilai pembentukan Zankore sebagai langkah positif bagi ISAT, terutama karena perusahaan tidak perlu menanggung seluruh kebutuhan investasi infrastruktur GPU secara langsung.

“Zankore menghilangkan kebutuhan ISAT untuk berinvestasi langsung pada infrastruktur GPU mulai tahun fiskal 2027,” tulis Aurelia dalam risetnya.

Baca Juga: Indosat (ISAT) Masuk Bisnis AI, Zankore Bisa Tambah Laba Rp 1,4 Triliun per Tahun

Sebagai informasi, ISAT dan Ooredoo Group mengumumkan pembentukan Zankore pada 6 Agustus 2026. Platform AI computing dan neocloud tersebut dikembangkan bersama NVIDIA dan Nokia, dengan target kapasitas NVIDIA DSX AI Factory hingga 1 gigawatt (GW).

Tahap awal proyek ditargetkan memiliki kapasitas 200 megawatt (MW) dan mulai beroperasi pada semester I 2027. Fasilitas tersebut akan menggunakan sistem NVIDIA GB300 NVL72 dengan NVIDIA DSX MaxLPS yang dirancang mampu menghasilkan komputasi hingga 40% lebih tinggi dalam batas penggunaan daya yang sama.

Ooredoo Group akan menginvestasikan US$ 800 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan di Zankore. Sementara itu, 51% sisanya akan dimiliki oleh ISAT, NVIDIA, dan Nokia.

Berdasarkan pengungkapan manajemen, Zankore ditargetkan menghasilkan akumulasi pendapatan sekitar US$ 13 miliar dan EBITDA US$ 9 miliar dalam lima tahun.

Aurelia memperkirakan angka tersebut setara dengan pendapatan sekitar US$ 13 juta per MW per tahun. Angka ini masih berada dalam kisaran perusahaan AI cloud global yang mencapai sekitar US$ 10 juta-US$ 15 juta per MW per tahun.

Untuk membangun tahap awal berkapasitas 200 MW, Indo Premier memperkirakan kebutuhan belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai US$ 4 miliar-US$ 5 miliar, dengan asumsi biaya pengembangan sekitar US$ 20 juta-US$ 25 juta per MW.

Dengan investasi ekuitas sekitar US$ 1,6 miliar berdasarkan basis 100%, kebutuhan pembiayaan utang proyek diperkirakan mencapai sekitar US$ 2,4 miliar-US$ 3,4 miliar.

Baca Juga: Indosat (ISAT) Masuk di Tiga Indeks ESG KEHATI

Dengan asumsi pendapatan tahunan US$10 juta-US$ 13 juta per MW dan margin EBITDA 69%, Indo Premier memperkirakan proyek Zankore dapat menghasilkan internal rate of return (IRR) sekitar 12%-13%. Periode pengembalian investasi ekuitas juga diperkirakan kurang dari tiga tahun.

Dampak terhadap kinerja Indosat menjadi salah satu perhatian investor. Berdasarkan diskusi dengan manajemen ISAT, Indo Premier memperkirakan Indosat akan memegang porsi terbesar dari sisa 51% kepemilikan Zankore.

Dengan asumsi ISAT memiliki 20%-30% saham Zankore, Aurelia memperkirakan kebutuhan investasi ekuitas Indosat berada di kisaran US$ 327 juta-US$ 490 juta.

Kepemilikan tersebut berpotensi menghasilkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada ISAT sekitar US$ 64 juta-US$ 131 juta per tahun.

Bahkan dengan asumsi 70% kebutuhan investasi untuk penyertaan modal ISAT dibiayai melalui utang, proyek Zankore masih berpotensi memberikan tambahan 11%-29% terhadap proyeksi laba bersih inti (core net profit) ISAT untuk tahun fiskal 2027-2028. “Proyek ini akan bersifat earnings accretive bagi ISAT,” tulis Aurelia.

Menurut Indo Premier, struktur Zankore juga dapat mengurangi risiko eksekusi dan kebutuhan belanja modal awal yang harus ditanggung langsung oleh Indosat. Pasalnya, pengembangan infrastruktur GPU dilakukan melalui entitas bersama dengan Ooredoo, NVIDIA, dan Nokia.

Selain dampak terhadap laba, keberhasilan Zankore juga berpotensi membuka peluang re-rating valuasi ISAT. Bisnis AI cloud umumnya diperdagangkan dengan kelipatan EV/EBITDA yang lebih tinggi dibandingkan bisnis operator telekomunikasi tradisional.

Meski demikian, Indo Premier belum memasukkan potensi kontribusi Zankore ke dalam proyeksi keuangan ISAT karena masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai struktur dan detail proyek.

Baca Juga: Laba Bersih Indosat (ISAT) Naik 84,5% pada Semester I-2026

Dengan mempertimbangkan potensi pertumbuhan tersebut, Indo Premier mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham ISAT dengan target harga di Rp 3.600. Target harga saham ISAT ini dikerek dari yang dipasang sebelumnya di Rp 3.100 per saham. 

Aurelia memperkirakan pendapatan dan laba bersih ISAT di tahun ini akan mencapai Rp 62,24 triliun dan Rp 5,16 triliun. Sementara di tahun 2027, pendapatan dan laba bersih ISAT bisa mencapai Rp 66,49 triliun dan Rp 5,05 triliun.

Per Senin (10/8/2026), harga saham ISAT ditutup turun 3,23% di Rp 2.100 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×