kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Provident Investasi Bersama (PALM) akan Terbitkan Obligasi, Ini Rekomendasi Sahamnya


Kamis, 29 Februari 2024 / 19:36 WIB
Provident Investasi Bersama (PALM) akan Terbitkan Obligasi, Ini Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan senilai Rp 1,25 triliun.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Provident Investasi Bersama Tbk (PALM) akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap II Tahun 2024 dengan nilai Rp 1,25 triliun.

Sebelumnya, PALM juga menerbitkan Obligasi Berkelanjutan II Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 senilai Rp 157,82 miliar. 

Obligasi Berkelanjutan II Tahap I ini menawarkan bunga 7,5% dengan frekuensi pembayaran per tiga bulan pada tenor 370 hari.

Melansir keterbukaan informasi BEI, Penawaran umum berkelanjutan (PUB) PALM ini secara keseluruhan memiliki target dana yang dihimpun sebesar Rp 5 triliun.

Baca Juga: Provident Investasi (PALM) Akan Terbitkan Obligasi Rp 1,25 Triliun, Ini Rinciannya

Seluruh nilai Pokok Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2024 yang akan dikeluarkan berjumlah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 1,25 triliun. Pokok Obligasi sebesar Rp 654,63 dijamin secara kesanggupan penuh (full commitment), yang terbagi dalam dua seri.

Seri A memiliki jumlah pokok sebesar Rp 452 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 8% per tahun. Jangka waktu selama 367 hari kalender sejak Tanggal Emisi.

Seri B memiliki jumlah pokok Rp 202,63 miliar dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,75% per tahun. Jangka waktu selama tiga tahun sejak Tanggal Emisi.

Lalu, sisa dari pokok obligasi sebanyak-banyaknya sebesar Rp 595,36 miliar dijamin secara kesanggupan terbaik (best effort).

Seluruh dana yang diperoleh dari Penawaran Umum Obligasi ini, setelah dikurangi dengan biaya -biaya Emisi, akan digunakan untuk dua hal utama.

Pertama, sebesar US$ 70 juta atau Rp 1,094 miliar akan digunakan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok utang Perseroan kepada United Overseas Bank Limited (Bank UOB) berdasarkan Perjanjian Fasilitas untuk Fasilitas Kredit Bergulir sebesar US$ 75 juta tanggal 31 Agustus 2023.

“Dengan pembayaran, saldo kewajiban Perseroan dalam Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir US$ 75 juta itu dapat menjadi nihil,” ungkap manajemen.

Kedua, sisa dana akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Perusahaan Anak untuk mengembangkan portofolio investasi dalam bentuk pembelian saham.

“Pembelian saham bisa pada satu atau lebih perusahaan tercatat di sektor sumber daya alam, teknologi, media dan telekomunikasi, dan/atau logistik, atau efek bersifat ekuitas lainnya,” papar manajemen.

Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto melihat, pergerakan saham PALM saat ini ada di level support Rp 408 per saham dan resistance Rp 474 per saham.

Baca Juga: Masih Ramai, Begini Prospek Saham Emiten yang Menggelar Rights Issue di Akhir 2023

“Indikator MACD bullish divergence, indikasi penguatan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (29/2).

William pun merekomendasi beli saham  PALM dengan target harga Rp 474 per saham, sama dengan level resistance.

Per 30 November 2023, Grup PALM mempunyai liabilitas yang seluruhnya berjumlah Rp 6,294 miliar.

Utang yang akan jatuh tempo dalam tiga bulan sejak diterbitkannya Informasi Tambahan Ringkas ini adalah Obligasi Berkelanjutan I Provident Investasi Bersama Tahap I Tahun 2023 (Obligasi Berkelanjutan I Tahap I) Seri A sebesar Rp286,0 miliar yang akan jatuh tempo pada tanggal 7 April 2024.

PALM berencana untuk membayar kewajiban ini dengan menggunakan kombinasi arus kas dari hasil penjualan investasi dan penerimaan pinjaman bank.

Sebagian dana yang diperoleh dari penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I juga akan digunakan untuk melakukan pembayaran dipercepat atas pokok utang berdasarkan Perjanjian Fasilitas Kredit Bergulir US$ 70 juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×