kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.971   60,00   0,33%
  • IDX 6.315   -19,16   -0,30%
  • KOMPAS100 830   -5,48   -0,66%
  • LQ45 627   -5,43   -0,86%
  • ISSI 218   0,30   0,14%
  • IDX30 353   -3,74   -1,05%
  • IDXHIDIV20 435   -6,25   -1,42%
  • IDX80 95   -0,51   -0,53%
  • IDXV30 119   -0,20   -0,17%
  • IDXQ30 113   -1,54   -1,35%

Prospek SMGR Andalkan Permintaan Domestik, Oversupply Masih Jadi Tantangan


Kamis, 23 Juli 2026 / 17:37 WIB
Prospek SMGR Andalkan Permintaan Domestik, Oversupply Masih Jadi Tantangan
ILUSTRASI. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus memperluas pasar ekspor dengan membidik Amerika Serikat. (SIG/dok)


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) terus memperluas pasar ekspor dengan membidik Amerika Serikat. Namun, analis menilai prospek kinerja perseroan pada sisa 2026 tetap lebih bergantung pada permintaan domestik. Di sisi lain, sejumlah tantangan seperti kelebihan pasokan (oversupply) dan ketatnya persaingan harga juga perlu dicermati.

Diketahui, SMGR agresif memperluas pasar internasional dengan mengoperasikan fasilitas dermaga dan produksi untuk ekspor di Tuban, Jawa Timur. Fasilitas berkapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun tersebut menjadi langkah strategis SIG untuk memperkuat penetrasi pasar global, khususnya Amerika Serikat, di tengah tantangan kelebihan pasokan (oversupply) industri semen domestik.

Melalui anak usahanya, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), SIG telah mengirimkan 97.500 metrik ton (MT). Manajemen menyebutkan, melalui fasilitas ini, SIG menargetkan ekspor sebesar 450.000 metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026.

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, mengatakan pengiriman semen tipe khusus ke Amerika Serikat melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) bersama Taiheiyo Cement Corporation merupakan langkah strategis bagi SMGR.

Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi, Pengamat Beberkan Penyebab dan Proyeksi Perdagangan Jumat (24/7)

Namun, menurutnya, volume ekspor tersebut masih relatif kecil dibandingkan kapasitas produksi SMGR yang mencapai puluhan juta ton per tahun.

"Volume ini termasuk kecil jika dibandingkan kapasitas puluhan juta ton. Kontribusinya ke pendapatan belum material dalam jangka pendek. Nilainya lebih sebagai sinyal diversifikasi pasar dan bukti kualitas produk diterima standar AS," ujar Wafi kepada Kontan, Kamis (23/7/2026).

Di sisi lain, Senior Equity Analyst Phillip Sekuritas Indonesia, Helen, mencermati permintaan semen domestik terus menunjukkan pemulihan, tercermin dari kenaikan volume penjualan domestik SMGR sebesar 5,4% YoY menjadi 6,54 juta ton pada kuartal I-2026.

Katanya, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh penjualan semen kantong yang meningkat 11,0% YoY menjadi 4,93 juta ton. Kinerja ini mencerminkan efektivitas strategi perusahaan yang berfokus pada pasar ritel serta semakin dalamnya penetrasi pasar.

"Menariknya, pertumbuhan penjualan SMGR melampaui pertumbuhan permintaan semen nasional yang mencapai 5,0% pada periode tersebut," terang Helen.

Wafi menilai, prospek kinerja SMGR pada sisa tahun ini lebih banyak ditentukan oleh realisasi belanja pemerintah pada semester II-2026, khususnya melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berpotensi meningkatkan permintaan semen dari sektor konstruksi.

Baca Juga: Usai Diakuisisi Tjokro Group, Geoprima Solusi (GPSO) Bidik Pasar Filipina

Di sisi lain, industri semen nasional masih dibayangi sejumlah tantangan struktural. Wafi menyebut kondisi kelebihan kapasitas produksi (oversupply), ketatnya persaingan harga dengan produsen lain seperti Semen Merah Putih dan SCG, serta tingginya biaya energi masih menjadi hambatan utama bagi kinerja sektor semen.

Menurutnya, tingkat utilisasi industri semen nasional saat ini masih berada di kisaran 50%–60%, sehingga persaingan harga diperkirakan tetap berlangsung ketat.

Meski demikian, terdapat sejumlah katalis positif yang berpotensi menopang kinerja SMGR pada semester II-2026. Di antaranya adalah potensi penurunan harga gas dan batu bara yang dapat memperbaiki biaya produksi, serta akselerasi proyek-proyek infrastruktur pemerintah yang dapat mendorong peningkatan volume penjualan.

"Risiko yang sering diabaikan adalah apabila harga jual domestik terus tertekan akibat oversupply. Dalam kondisi seperti itu, kenaikan volume penjualan belum tentu mampu mengompensasi penurunan rata-rata harga jual (ASP)," jelas Wafi.

Equity Research Analyst PT Binaartha Sekuritas, Eka Rahmawati Rahman, juga mencatat, dari sisi korporasi SMGR terus mengevaluasi berbagai inisiatif efisiensi dalam kerangka Danantara, termasuk rencana penyederhanaan dan potensi konsolidasi bisnis logistik hingga akhir 2026.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat profitabilitas jangka panjang. Dengan demikian, Eka memperkirakan kinerja SMGR akan membaik pada 2026.

 

Pendapatan SMGR diproyeksikan mencapai Rp 37,33 triliun, naik sekitar 5,9% secara tahunan (YoY) dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp 35,24 triliun.

Sejalan dengan itu, laba bersih SMGR diperkirakan melonjak menjadi Rp 482 miliar pada 2026, atau meningkat sekitar 152,4% YoY dari realisasi 2025 sebesar Rp 191 miliar.

Dari sisi investasi, Wafi menilai saham SMGR masih relatif defensif dibandingkan emiten semen lainnya.

"SMGR adalah value trap klasik, murah karena memang ada alasannya. Saham ini lebih defensif dibandingkan peers berkat skala bisnis dan dukungan BUMN, tetapi bukan top pick untuk investor yang mencari growth," pungkasnya.

Eka memberikan rekomendasi buy untuk saham SMGR dengan target harga Rp 2.680. Sementara itu, Helen juga merekomendasikan buy SMGR dengan target harga Rp 2.500 per saham.

Adapun Research Analyst CGS International Sekuritas, Bob Setiadi, memberikan rekomendasi add untuk saham SMGR dengan target harga Rp 3.000 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×