kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.658   1,00   0,01%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Prospek Saham EXCL di Fase Quality over Quantity, Intip Target Harganya


Selasa, 08 September 2026 / 15:45 WIB
Prospek Saham EXCL di Fase Quality over Quantity, Intip Target Harganya
ILUSTRASI. XL 5G, seluler, XL Axiata, XL Smart (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses integrasi pascamerger PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) telah memasuki babak baru yang berfokus pada efisiensi serta monetisasi jaringan.

Di tengah tingginya alokasi belanja modal tahun ini, perseroan berupaya mendongkrak pendapatan rata-rata per pengguna (ARPU) melalui strategi quality over quantity.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menilai prospek kinerja EXCL hingga akhir tahun 2026 masih cukup positif seiring kian matangnya integrasi pasca merger.

Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Bidik Bisnis Air Berkontribusi 15%, Simak Prospek Sahamnya

Pada semester I-2026, perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp 24 triliun atau tumbuh 26% secara tahunan, dengan EBITDA yang disesuaikan mencapai kisaran Rp 11 triliun dan margin berada di level 46%.

Ekky mengamati bahwa perbaikan kualitas jaringan pasca integrasi, disiplin harga industri, serta ekspansi jaringan 5G menjadi penopang utama kinerja perseroan pada paruh kedua tahun ini. Saat ini, sekitar 92% jaringan perseroan telah terintegrasi dan memiliki sekitar 15 ribu BTS 5G yang tersebar di 52 kota.

Meskipun ARPU kuartalan sempat menurun tipis, realisasi ARPU semester I-2026 bertahan di kisaran Rp 47.000. Menghadapi sisa tahun ini, perseroan diproyeksikan bakal memfokuskan strategi operasionalnya pada penataan basis pelanggan.

"Semester II 2026 akan lebih banyak menjadi fase quality over quantity, yaitu membersihkan pelanggan dengan nilai rendah dan mendorong ARPU serta utilisasi jaringan," terang Ekky kepada Kontan, Selasa (8/9/2026).

Hingga akhir tahun 2026, total pendapatan EXCL diproyeksikan mampu menyentuh kisaran Rp 47 triliun hingga Rp 49 triliun. Adapun normalized EBITDA diperkirakan berada di rentang Rp 21,5 triliun hingga Rp 22,5 triliun, sehingga margin EBITDA tetap terjaga stabil pada level 46% sampai 47%.

Baca Juga: Harga Tembaga Tembus Rekor, Supply Ketat dan AI Jadi Penopang

Pemulihan kinerja keuangan yang lebih signifikan diperkirakan baru akan terealisasi pada 2027 seiring berkurangnya beban integrasi serta accelerated depreciation. Pada periode tersebut, margin EBITDA EXCL berpotensi mendekati 50% diiringi perolehan laba bersih yang lebih kuat.

Dari sisi laju pemulihan margin EBITDA, pemulihan EXCL dinilai relatif lebih bertahap apabila disandingkan dengan Indosat (IOH) pascamerger. Pasalnya, kenaikan margin EXCL masih tertahan oleh penataan pelanggan, biaya depresiasi, serta investasi jaringan yang tergolong agresif.

Di samping itu, peningkatan panduan belanja modal (capex) tahun 2026 dari Rp 15 triliun menjadi Rp 20 triliun untuk modernisasi jaringan dan ekspansi 5G menjadi risiko utama yang menekan arus kas bebas alias free cash flow (FCF).

Proyeksi FCF perseroan tahun ini berpotensi berada di zona negatif Rp 3,5 triliun, sehingga peluang pembagian dividen jangka pendek masih terbatas. Namun, tekanan arus kas diperkirakan mulai mereda pada 2027 saat alokasi capex kembali normal dan monetisasi 5G berjalan.

"Untuk sahamnya, saya masih melihat EXCL menarik dengan rekomendasi Buy/Accumulate, terutama untuk horizon menengah karena pasar mulai masuk ke fase melihat hasil merger, bukan lagi hanya biaya integrasinya," kata Ekky.

Atas pertimbangan tersebut, Ekky memberikan rekomendasi buy untuk saham EXCL dengan target harga jangka menengah pada kisaran Rp 3.500 hingga Rp 3.600 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 30%.

Sementara untuk target jangka pendek, saham EXCL diperkirakan berpotensi menguji area Rp 2.900 hingga Rp 2.950 per saham sebagai sasaran terdekat, sebelum berlanjut menuju Rp 3.250 per saham.

Baca Juga: Rupiah Jisdor Menguat 0,20% ke Rp 17.618 per Dolar AS pada Selasa (8/9/2026)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×