kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Progres divestasi saham Vale Indonesia (INCO) masih tunggu langkah pemerintah


Rabu, 02 Oktober 2019 / 19:43 WIB
ILUSTRASI. Pertambangan nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO)


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) masih menunggu langkah pemerintah untuk merampungkan proses divestasi. Padahal, tenggang waktu bagi INCO untuk mendivestasikan 20% sahamnya sudah tinggal menghitung hari, yakni pada 14 Oktober mendatang.

Chief Financial Officer Vale Indonesia Bernardus Irmanto mengatakan, pihaknya telah menyiapkan semua data dan hitungan harga saham yang diperlukan untuk divestasi tersebut.

Baca Juga: Naik, IHSG melawan arus pelemahan bursa Asia

Ia bilang, INCO berharap agar pemerintah cepat mengambil langkah terhadap persetujuan nilai valuasi 20% saham INCO, sehingga proses divestasi bisa segera dirampungkan.

Sayangnya, Bernardus enggan membuka terkait nilai valuasi yang telah dihitung oleh INCO. "Vale berharap agar dalam bulan Oktober ini ada perkembangan dari proses valuasi yang dilakukan oleh tim, sehingga proses divestasi dapat segera diwujudkan," kata Bernardus kepada Kontan.co.id, Rabu (2/10).

Ia mengatakan, keinginan Vale untuk segera merampungkan proses divestasi ini sejalan dengan hasil pembicaraan dengan Presiden Joko Widodo.

Asal tahu saja, sebagai induk usaha INCO saat ini, CEO Vale SA Eduardo Bartolomeo, telah menemui Presiden Jokowi pada 23 September 2019 lalu.

Menurut Bernardus, kedatangan CEO Vale SA tersebut menunjukkan keseriusan Vale atas proses divestasi. Dalam pertemuan tersebut, Bernardus menyebut bahwa Presiden Jokowi menyatakan dukungan untuk membantu percepatan divestasi INCO.

"Ini selaras dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi. Ini juga menunjukkan posisi penting Indonesia sebagai penyuplai nikel utama di dunia," ungkap Bernardus.

Baca Juga: Pengusaha minta review UU yang tidak relevan

Oleh sebab itu, Bernardus menekankan bahwa pihaknya siap untuk berdiskusi dengan pihak yang ditunjuk oleh pemerintah agar proses divestasi bisa secepatnya diselesaikan.

"Saat ini Vale memberikan support seluruh kebutuhan data dan informasi bagi Tim Divestasi yang dibentuk oleh Pemerintah," terang Bernardus.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×