kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Potensi Raih Rp 30 Triliun, Singaraja (SINI) Gandeng PTRO Garap Tambang Batubara


Minggu, 14 April 2024 / 14:54 WIB
Potensi Raih Rp 30 Triliun, Singaraja (SINI) Gandeng PTRO Garap Tambang Batubara
ILUSTRASI. Aktivitas pengolahan kayu di pabrik?PT Singaraja Putra Tbk. Singaraja Putra (SINI) berpotensi meraup pendapatan jumbo dari tambang batubara yang akan dioperasikan oleh salah satu anak usahanya.


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berpotensi meraup pendapatan jumbo dari tambang batubara yang akan dioperasikan oleh salah satu anak usahanya, PT Pasir Bara Prima (PBP). Guna menggarap tambang batubara tersebut, PBP telah menggandeng PT Petrosea Tbk (PTRO) sebagai kontraktor jasa penambangan.

Kerja sama antara PBP dan PTRO itu disepakati melalui penandatanganan Term Sheet Perjanjian Jasa Penambangan antara kedua belah pihak pada 27 Maret 2024. Ruang lingkup pekerjaan (scope of work) meliputi penggalian lapisan penutup dan pengupasan batubara.

Estimasi produksi lapisan penutup mencapai total 240 juta Bank Cubic Meter (BCM) dan produksi batubara sebesar 26 juta ton selama sembilan tahun, mulai dari tahun 2024 sampai 31 Desember 2032. Dalam keterbukaan informasi yang rilis di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 April 2024, Corporate Secretary SINI menyampaikan estimasi pendapatan yang berpotensi diraih dari pengoperasian tambang batubara tersebut.

Beroperasinya PBP yang rencananya akan memproduksi batubara dengan kualitas GAR 5.000 berpotensi dapat menghasilkan total pendapatan selama sembilan tahun sebesar US$ 1,95 miliar. Dengan asumsi harga pasar yang berlaku saat ini sebesar US$ 75 per ton dan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) Rp 15.500, maka nilai itu setara dengan Rp 30 triliun.

Baca Juga: Petrosea (PTRO) Teken Kontrak Jasa Tambang Rp 8 Triliun dengan Anak Usaha SINI

Estimasi itu juga dicapai dengan proyeksi volume produksi sebanyak 26 juta ton selama sembilan tahun (2024 - 2032).  "Oleh karena itu, Perseroan sangat optimis akan mendapat kontribusi positif yang sangat besar untuk menunjang kelangsungan usaha Perseroan dan kepentingan seluruh stakeholder," ungkap keterbukaan informasi SINI.

Dalam kegiatan pertambangan batubara, SINI dan anak usaha mengklaim dapat memenuhi seluruh aspek-aspek penting seperti aspek teknis, keselamatan kerja, lingkungan, sosial dan aspek lainnya. "Adanya kerja sama tersebut, merupakan pencapaian milestone penting. Di dalam melaksanakan kegiatan operasional penambangan batubara, Perseroan dan anak usahanya berfokus pada pemilihan kontraktor yang profesional dan kredibel di bidangnya," tandas Sekretaris Perusahaan SINI.

Sebelumnya, pada Rabu (3/4) manajemen Petrosea telah mengumumkan penandatanganan term sheet perjanjian jasa penambangan dengan PT Pasir Bara Prima, salah satu anak usaha dari  PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Kerja sama ini terkait pengupasan lapisan tanah penutup dan produksi batubara di area tambang yang berlokasi di Kapuas Tengah, Kapuas, Kalimantan Tengah dengan nilai sekitar US$ 511,45 juta.

Baca Juga: Catat, Ini 221 Saham yang Berada di Papan Pemantauan Khusus BEI

Estimasi lapisan tanah penutup sebesar 240 juta BCM dan produksi batubara sebesar 26,4 juta ton untuk jangka waktu sembilan tahun sampai dengan tahun 2032. Hanya sebagai gambaran saja, jika dikonversi dengan kurs saat ini Rp 15.850 per dolar AS, nilai kontrak yang didapat PTRO tersebut setara dengan Rp 8,1 triliun.

Adapun, pergerakan saham SINI dan PTRO menguat sebelum bursa terjeda libur panjang Idul Fitri. Pada perdagangan Jum'at (5/4), harga SINI melejit 9,73% ke level Rp 620 per saham. Sedangkan PTRO naik 2,05% ke harga Rp 4.480 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×