kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,52%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Potensi kenaikan permintaan, harga minyak WTI melesat 19,7% dalam sepekan


Sabtu, 16 Mei 2020 / 06:26 WIB
Potensi kenaikan permintaan, harga minyak WTI melesat 19,7% dalam sepekan
ILUSTRASI. Harga minyak naik


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate melonjak 7% pada Jumat (15/5) ke level tertinggi sejak Maret 2020. Sentimen bagi emas hitam ini datang setelah adanya kenaikan permintaan bahan bakar karena beberapa negara telah melonggarkan pembatasan perjalanan yang dilakukan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat (AS) tersebut naik 19,7% dalam seminggu. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 5,2% dalam sepekan terakhir. Penguatan pada kedua kontrak ini diperoleh untuk minggu ketiga berturut-turut.

Baca Juga: Wall Street menguat tipis di tengah data ekonomi yang suram dan ketegangan dagang

Pada akhir perdagangan kemarin, harga minyak WTI ditutup naik US$ 1,87 atau 6,8% ke level US$ 29,43 per barel. Pada sesi sebelumnya, harga minyak WTI sudah melonjak 9%.

Setali tiga uang, harga minyak mentah Brent ditutup naik US$ 1,37 atau 4,4% per barel ke US$ 32,50 per barel. Ini melanjutkan penguatan Brent yang naik hampir 7% pada hari Kamis (14/5).

"Kontrak bulan kedua untuk minyak mentah AS diperdagangkan dengan diskon ke bulan pertama untuk pertama kalinya sejak akhir Februari, menyiratkan ketatnya pasar," kata Bob Yawger, direktur energi berjangka Mizuho di New York.

"Bukan kebetulan spread berubah setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan stok minyak mentah AS berkurang," lanjut dia. 

Seperti diketahui, pada Rabu (13/5), EIA melaporkan bahwa stok minyak mentah Negeri Paman Sam turun 745.000 barel menjadi 531,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 8 Mei. Ini adalah kali pertama stok minyak AS turun dalam 15 minggu terakhir.

Sokongan bagi harga minyak bertambah setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya memangkas produksi untuk mengurangi kelebihan pasokan. 

Sentimen positif kembali kuat karena ada juga tanda-tanda peningkatan permintaan. Data menunjukkan penggunaan minyak mentah harian China rebound pada April karena kilang meningkatkan operasi.

Namun, pasar tetap berhati-hati dengan pandemi virus corona yang belum kelar. Terlebih mulai muncul kluster infeksi baru di beberapa negara di mana penguncian telah mereda.

"Harga minyak telah naik secara signifikan sejak kemarin berkat penilaian yang lebih baik dari situasi oleh International Energy Agency (IEA)," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.

IEA memperkirakan persediaan minyak mentah global turun sekitar 5,5 juta barel per hari (bph) di paruh kedua.

Baca Juga: Harga minyak WTI terkerek ke US$ 28,09 per barel

IEA juga memperkirakan permintaan minyak tahun ini turun 8,6 juta barel per hari, lebih kecil 690.000 barel per hari dari penurunan yang diperkirakan bulan lalu. 

Barclays pun sudah menaikkan perkiraan harga untuk Brent dan WTI, masing-masing sebesar US$ 5- US$ 6 per barel untuk tahun 2020 dan US$ 16 per barel untuk tahun 2021. 

Sekarang, Barclays memprediksi rata-rata harga minyak Brent ada di level US$ 37 per barel dan WTI pada US$ 33 tahun ini. Untuk tahun 2021, bank memperkirakan rata-rata harga minyak jenis Brent di US$ 53 per barel sementara WTI US$ 50.

"Ukuran dan kecepatan dari gangguan dan persediaan terkait yang terkait akan membutuhkan waktu untuk sepenuhnya diserap, dalam pandangan kami," kata analis Barclays Amarpreet Singh dalam sebuah catatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×