kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.537.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.180   6,00   0,03%
  • IDX 4.906   1,66   0,03%
  • KOMPAS100 630   1,18   0,19%
  • LQ45 501   3,41   0,69%
  • ISSI 163   -0,90   -0,55%
  • IDX30 282   2,23   0,79%
  • IDXHIDIV20 381   3,01   0,80%
  • IDX80 73   0,14   0,19%
  • IDXV30 106   0,40   0,38%
  • IDXQ30 95   0,92   0,98%

Porsi SBN di reksadana tambah Rp 5,97 T kuartal I


Kamis, 07 April 2016 / 17:28 WIB


Reporter: Maggie Quesada Sukiwan | Editor: Yudho Winarto

Hal ini terlihat pada aktivitas lelang SUN maupun sukuk negara sejak awal tahun yang selalu memperoleh kelebihan penawaran alias oversubscribe.

Desmon Silitonga, Analis PT Capital Asset Management sepakat, pelonggaran kebijakan moneter yang dilakukan BI mendorong penambahan akumulasi SBN pada reksadana. Kondisi tersebut mulai terasa sejak pertengahan Februari 2016 setelah BI rate menyusut untuk kedua kalinya pada tahun ini.

Katalis positif juga bersumber dari terjaganya inflasi dalam negeri. Badan Pusat Statistik menyebutkan, per Maret 2016, Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,62% (ytd).

“Apalagi kinerja rupiah juga membaik di level Rp 13.000an. Investor memanfaatkan apresiasi harga SUN,” tukasnya.

Menurut Desmon, pelaku pasar juga memanfaatkan pasokan obligasi pemerintah yang besar di awal tahun. Strategi front loading pemerintah mengerek likuiditas beberapa seri SBN.

Sebagian manajer investasi biasanya memang lebih menggemari obligasi negara yang likuid agar mudah membeli atau menjualnya setiap saat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×