kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Analis: Menekan porsi asing di SBN butuh waktu


Rabu, 30 Maret 2016 / 22:21 WIB


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Upaya pemerintah menekan porsi asing di pasar surat berharga negara (SBN) diprediksi membutuhkan waktu panjang.

Analis Capital Asset Management Desmon Silitonga mengatakan pemerintah berambisi memangkas porsi asing di SBN ke level 30% dari posisi saat ini yang sekitar 38,66% atau mencapai Rp 605,12 triliun.

Dia menghitung, pemerintah membutuhkan dana Rp 140 triliun untuk menekan porsi asing tersebut. "Artinya dalam jangka pendek belum dapat dipenuhi. Namun, apabila dilakukan secara berkala dan konsisten akan dapat tercapai," ujar Desmon, Rabu (30/3).

Salah satu upaya menekan porsi asing di SBN dilakukan pemerintah dengan meneken paket kebijakan XI yang mengatur Tabungan Pos. Kebijakan tersebut memungkinkan PT Pos menghimpun dana masyarakat dan masuk ke pasar SBN.

Mengutip daftar paket kebijakan ekonomi XI yang diterbitkan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, pemerintah menyasar kue 50% masyarakat pedesaan yang belum memiliki akses terhadap pelayanan keuangan formal atau financial inclusion.

Potensi tabungan masyarakat desa dalam lima tahun diperkirakan mencapai Rp 5 triliun. Nah, dana tersebut yang akan disalurkan untuk pembangunan melalui pembelian SBN oleh PT Pos Indonesia.

Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan peraturan yang mewajibkan dana pensiun dan asuransi masuk SBN. Beleid yang dimaksud merupakan POJK Nomor 1/POJK.05/2016 terkait Surat Berharga Negara Bagi Lembaga Jasa Keuangan Non Bank.

"Demikian juga dengan aturan bagi daerah yang tidak dapat mengelola dana transfer daerah dengan baik akan diberikan transfer non tunai dalam bentuk SUN (surat utang negara). Intinya inisiatif-inisiatif itu diharapkan dapat mendorong peningkatan porsi domestik di pasar SUN," ujar Desmon.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×