kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Porsi MI di sukuk diprediksi naik menjadi 50%


Selasa, 31 Mei 2016 / 11:28 WIB
Porsi MI di sukuk diprediksi naik menjadi 50%


Reporter: Wahyu Satriani | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketentuan reksadana berbasis sukuk diprediksi akan memicu masuknya manajer investasi ke surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara.

Head of Fixed Income Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus mengatakan aturan ini berpeluang mendorong kenaikan porsi kepemilikan manajer investasi di sukuk negara menjadi 30%-50%. Manajer investasi diprediksi akan memborong sukuk lantaran memiliki kupon dan yield yang lebih tinggi ketimbang obligasi konvensional.

"Apabila supply sukuk cukup banyak, otomatis penambahannya akan cukup banyak, namun kenaikan porsi sukuk akan bertahap dan membutuhkan waktu lama," tutur Nico.

Ketentuan reksadana berbasis sukuk masuk dalam peraturan otoritas jasa keuangan (POJK) No.19/POJK.04/2016 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksadana Syariah.

Kenaikan permintaan diprediksi akan memicu membanjirnya penerbitan sukuk dari Pemerintah dan Korporasi. Ujung-ujungnya, tingkat likuiditas sukuk diprediksi akan ikut meningkat.

"Indonesia sebagai negara syariah besar, saat ini masih sangat kecil dalam mengeluarkan obligasi sukuk," ujar Nico. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×