kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.762   -105,00   -0,59%
  • IDX 6.501   107,03   1,67%
  • KOMPAS100 841   15,43   1,87%
  • LQ45 637   9,51   1,51%
  • ISSI 229   4,93   2,20%
  • IDX30 355   4,08   1,16%
  • IDXHIDIV20 431   3,42   0,80%
  • IDX80 96   1,72   1,83%
  • IDXV30 120   1,07   0,90%
  • IDXQ30 112   1,13   1,02%

Pilihan Saham LQ45 di Semester II-2026, Selektif Memburu Peluang Rebound


Minggu, 05 Juli 2026 / 12:21 WIB
Pilihan Saham LQ45 di Semester II-2026, Selektif Memburu Peluang Rebound
ILUSTRASI. Layar Kinerja indeks saham LQ45. (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menambahkan indeks LQ45 layak dijadikan acuan investasi. Menurutnya, koreksi harga lebih mencerminkan penyesuaian valuasi akibat sentimen makro daripada penurunan fundamental emiten.

"Secara historis, pemulihan IHSG hampir selalu diawali oleh penguatan saham-saham blue chip konstituen LQ45. Ketika arus dana asing kembali masuk, saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, TLKM, ASII, hingga ICBP biasanya menjadi tujuan utama investor institusi," katanya.

Dia memperkirakan peluang rebound pada semester kedua tetap terbuka. Pendorongnya berasal dari musim laporan keuangan, valuasi blue chip yang murah, potensi foreign flow, serta reformasi pasar modal.

Baca Juga: Adaro Andalan (AADI) Kucurkan Pinjaman US$ 100,80 Juta ke Kaltara Power (KPI)

Menurut Alrich, sektor perbankan masih berpeluang memimpin pemulihan melalui BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Sementara consumer staples seperti ICBP, INDF, UNVR, serta TLKM juga layak dicermati investor.

"Semester II tetap belum ideal untuk melakukan pembelian agresif sekaligus. Investor sebaiknya melakukan akumulasi bertahap pada saham-saham blue chip dengan fundamental kuat dan valuasi yang sudah berada di bawah rata-rata historis," ucapnya.

Sementara itu, Kiwoom Sekuritas merekomendasikan enam saham LQ45 untuk dicermati pada semester kedua, yakni ANTM, INCO, BBRI, BBNI, JPFA, dan KLBF karena didukung prospek fundamental yang tetap solid.

 

Baca Juga: Chandra Daya Investasi (CDIA) Tambah Fasilitas Pinjaman US$ 12,25 Juta ke Aster

Liza menyarankan ANTM, INCO, dan JPFA bagi investor dengan profil risiko lebih tinggi yang mencari peluang recovery. Sementara saham BBRI, BBNI, dan KLBF lebih sesuai sebagai portofolio inti.

"Strategi kami tetap akumulasi bertahap atau buy on weakness, bukan mengejar harga secara agresif. Rebound kemungkinan hanya terjadi pada saham yang likuid, valuasinya sudah murah, dan earnings masih jelas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×