kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Pidato Yellen dapat menekan rupiah awal pekan


Minggu, 28 Agustus 2016 / 18:00 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah berhasil menguat di akhir pekan lalu lantaran masih mengantisipasi kebijakan The Fed. Setelah Gubernur Janet Yellen mendukung kenaikan suku bunga The Fed, rupiah berpotensi tertekan di awal pekan depan.

Di pasar spot, Jumat (26/8) nilai tukar rupiah di hadapan dollar AS menguat 0,23% ke level Rp 13.212 dibanding sehari sebelumnya. Sementara di kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah terangkat 0,18% di Rp 13.242.

Wahyu Tri Wibowo, analis PT Central Capital Futures memaparkan, pada akhir pekan lalu rupiah menguat lantaran masih mengantisipasi pidato Gubernur The Fed, Janet Yellen. "Pergerakan rupiah lebih didominasi oleh faktor global," ungkapnya.

Padahal, peluang dollar AS menguat sebenarnya cukup besar mengingat beberapa pejabat The Fed telah mendukung kenaikan suku bunga tahun ini. Tetapi rupiah berhasil unggul karena perdagangan ditutup sebelum Yellen berpidato Jumat malam (26/8).

Selanjutnya, isi pidato Yellen yang cenderung mendukung kenaikan suku bunga dapat menekan rupiah pada awal pekan. Meski, kondisi fundamental dari dalam negeri sebenarnya masih cukup positif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×