Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hingga dua bulan pertama 2026, peta penguasa kapitalisasi pasar (market cap) di Bursa Efek Indonesia (BEI) relatif stabil.
Data penutupan perdagangan Selasa (24/2/2026) menunjukkan, saham-saham emiten new economy masih mendominasi jajaran teratas, dengan komposisi lima besar yang tak berubah sejak akhir 2025.
Di puncak klasemen, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) tetap menjadi emiten dengan market cap terbesar, mencapai Rp 1.064 triliun. Posisi kedua ditempati PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 882 triliun.
Baca Juga: Peta Kapitalisasi Pasar BEI Bergeser, Saham Jumbo Minim Likuiditas Mulai Mendominasi
Selanjutnya, peringkat ketiga diisi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan kapitalisasi Rp 651 triliun.
Posisi keempat dan kelima masih dipegang PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), masing-masing Rp 623 triliun dan Rp 581 triliun.
Perubahan mulai terlihat di papan tengah. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik ke posisi enam, menggusur PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang turun ke peringkat sembilan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pergeseran ini sejalan dengan rotasi dana investor dari saham konsumsi ke sektor komoditas dan old economy berbasis aset solid.
Baca Juga: Transparansi & Integritas Pasar, BEI Usul ke MSCI Akan Tiru Bursa Hong Kong
Aliran dana investor besar atau smart money mulai mengakumulasi saham berbasis logam dan komoditas.“Kalau suku bunga diturunkan tentu bagus karena likuiditas naik,” ujarnya.
Menurut Nafan, kondisi tersebut membuat saham konglomerasi tertentu menguat lebih cepat dibanding perbankan.
Di saat yang sama, saham big caps dinilai mulai berada di area undervalued dan berpeluang mengalami pembalikan tren, apalagi ditopang potensi pelonggaran kebijakan moneter dan dividend yield yang menarik.
Sementara itu, Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory, Ekky Topan, menekankan bahwa masuknya emiten lapis kedua seperti DSSA dan PT DCI Indonesia Tbk (DCII) ke jajaran 10 besar menegaskan perhitungan market cap yang valid.
Namun, posisi tersebut tidak selalu mencerminkan kekuatan riil pasar karena faktor likuiditas. "Tidak semua saham punya likuiditas tinggi," katanya.
Baca Juga: Misi 2030: BEI Siap Tembus Top 10 Bursa Dunia!
Ekky menjelaskan, jumlah saham beredar yang terbatas dapat membuat harga saham lebih mudah naik sehingga market cap tampak besar. Bagi investor institusi, faktor investability tetap menjadi kunci dalam menentukan rotasi portofolio.
Peluang Rotasi Bertahap
Dengan narasi rotasi ke saham fundamental kuat dan valuasi murah, peluang pergeseran klasemen market cap dinilai masih terbuka hingga akhir 2026.
Meski begitu, perubahan tidak akan terjadi secara drastis dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada arus dana institusi serta dukungan kebijakan pemerintah.
Fokus pemerintah pada program hilirisasi, ditopang perbaikan harga komoditas, berpotensi menjadikan emiten sektor terkait sebagai tujuan rotasi dana. "Pergeseran market cap akan terjadi bertahap," kata Ekky.
Baca Juga: Bedah Perdagangan Saham BEI 5 Februari 2026, Melacak Jejak Smart Money
Ia juga menyarankan investor mencermati sektor pangan yang sejalan dengan agenda hilirisasi dan memiliki permintaan relatif stabil. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bisa menjadi katalis tambahan bagi kinerja emiten, terutama jika harga pakan lebih terkendali dan margin membaik.
Di sisi lain, Nafan menyebut dari jajaran 10 besar penguasa market cap, saham BBCA, BBRI, AMMN, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan TPIA masih menarik untuk dicermati seiring dinamika rotasi dana dan arah kebijakan moneter.
Selanjutnya: Pidato Kenegaraan Trump Diwarnai Ketegangan dengan Mahkamah Agung AS
Menarik Dibaca: Gajian Untung! Promo Payday Februari 2026 Diskon hingga 50% di 8 Restoran Favorit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)