Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli
Dengan narasi rotasi ke saham fundamental kuat dan valuasi murah, peluang pergeseran klasemen market cap dinilai masih terbuka hingga akhir 2026.
Meski begitu, perubahan tidak akan terjadi secara drastis dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada arus dana institusi serta dukungan kebijakan pemerintah.
Fokus pemerintah pada program hilirisasi, ditopang perbaikan harga komoditas, berpotensi menjadikan emiten sektor terkait sebagai tujuan rotasi dana. "Pergeseran market cap akan terjadi bertahap," kata Ekky.
Baca Juga: Bedah Perdagangan Saham BEI 5 Februari 2026, Melacak Jejak Smart Money
Ia juga menyarankan investor mencermati sektor pangan yang sejalan dengan agenda hilirisasi dan memiliki permintaan relatif stabil. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai bisa menjadi katalis tambahan bagi kinerja emiten, terutama jika harga pakan lebih terkendali dan margin membaik.
Di sisi lain, Nafan menyebut dari jajaran 10 besar penguasa market cap, saham BBCA, BBRI, AMMN, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan TPIA masih menarik untuk dicermati seiring dinamika rotasi dana dan arah kebijakan moneter.
Selanjutnya: Pidato Kenegaraan Trump Diwarnai Ketegangan dengan Mahkamah Agung AS
Menarik Dibaca: Gajian Untung! Promo Payday Februari 2026 Diskon hingga 50% di 8 Restoran Favorit
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)