kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pesta Industri Kripto Ditunda, SEC Kemungkinan Masih Tolak Bitcoin ETF Awal September


Rabu, 30 Agustus 2023 / 19:06 WIB
Pesta Industri Kripto Ditunda, SEC Kemungkinan Masih Tolak Bitcoin ETF Awal September
ILUSTRASI. Kehadiran produk ETF Bitcoin diprediksi bisa berdampak pada meningkatnya likuiditas di pasar kripto.


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kemungkinan masih menunda izin perdagangan exchange-traded fund (ETF) Bitcoin di awal September. Jika disetujui, kehadiran produk ETF Bitcoin diprediksi bisa berdampak pada meningkatnya likuiditas di pasar kripto.

Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur menilai, SEC akan menghadapi tenggat waktu pertamanya untuk memutuskan 7 pengajuan aplikasi ETF Bitcoin spot pada awal bulan September mendatang. Ketujuh perusahaan itu adalah Bitwise, BlackRock, VanEck, Fidelity, Invesco, Wisdomtree dan Valkyrie.

Banyak analis mengatakan skenario terbaik untuk pasar kripto di September adalah SEC menyetujui kumpulan ETF Bitcoin spot. Namun lembaga tersebut dapat menggunakan haknya untuk mengajukan banding dan juga dapat menunda keputusannya.

Baca Juga: SEC Kemungkinan Masih Tunda Perdagangan Bitcoin ETF pada Awal September

Fyqieh mengatakan, keputusan pengadilan Distrik Columbia AS baru-baru ini yang mendukung Grayscale dalam kasus melawan SEC mengenai konversi GBTC menjadi ETF Bitcoin memiliki potensi untuk mempengaruhi pergerakan pasar kripto secara positif.  Keputusan pengadilan AS mungkin memicu harapan lebih lanjut bahwa regulasi terkait ETF Bitcoin bisa lebih diterima di masa depan.

Hal ini bisa menjadi katalis positif bagi harga BTC dan pasar kripto secara keseluruhan. Kehadiran Bitcoin ETF dianggap dapat membuka pintu bagi investor institusional yang lebih besar untuk masuk ke dalam pasar.

Namun, Fyqieh berujar, perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa persetujuan ETF Bitcoin akan segera datang untuk institusional lainnya, selain Grayscale. SEC memiliki sejarah mempertimbangkan dengan cermat potensi risiko dan manfaat terkait dengan produk investasi baru terutama dalam hal aset kripto yang memiliki sifat volatil dan regulasi yang kompleks.

“Oleh karena itu, kemungkinan SEC menunda persetujuan ETF Bitcoin masih mungkin terjadi untuk memberi lebih banyak waktu bagi pemahaman mendalam terkait risiko dan pengaturan yang tepat,” kata Fyqieh kepada Kontan.co.id, Rabu (30/8).

Baca Juga: Robert Kiyosaki Bocorkan Investasi yang Berpeluang Cuan Besar

Menurut Fyqieh, persetujuan ETF Bitcoin akan memiliki dampak yang signifikan pada pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto secara keseluruhan. Produk ini akan memungkinkan investor institusional untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin tanpa perlu memegang aset kripto fisik.

“Ini bisa meningkatkan minat institusional dalam pasar kripto, karena banyak entitas keuangan yang memiliki pembatasan dalam berinvestasi langsung dalam aset kripto,” tambahnya.

ETF Bitcoin juga dapat diperdagangkan di pasar saham tradisional yang memiliki likuiditas yang lebih besar dibandingkan dengan bursa kripto. Dengan demikian dapat menyebabkan peningkatan likuiditas bagi Bitcoin dan pasar kripto secara umum.

Fyqieh menjelaskan, adopsi Bitcoin ETF oleh pasar saham tradisional dapat meningkatkan penerimaan massal terhadap Bitcoin dan aset kripto. Sebab, produk semacam itu lebih familiar bagi investor yang terbiasa dengan perdagangan di bursa saham.

Baca Juga: Pergerakan Stagnan, Bitcoin Nantikan Data Ekonomi AS dan Keputusan Bitcoin ETF

Meskipun tidak ada jaminan, adanya ETF Bitcoin bisa membawa arus modal baru ke pasar kripto. Pada akhirnya, kehadiran Bitcoin ETF dapat mendorong kenaikan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya karena permintaan yang lebih besar.

Secara sederhana, Fyqieh memaparkan, mekanisme perdagangan ETF Bitcoin mirip dengan saham biasa. Sebuah entitas seperti Grayscale telah mengajukan proposal kepada regulator untuk meluncurkan ETF yang melacak harga Bitcoin. Nah jika disetujui, ETF ini akan diperdagangkan di bursa saham.

“Investor dapat membeli saham ETF layaknya saham biasa dan akan memiliki eksposur terhadap pergerakan harga Bitcoin. ETF akan memiliki kepemilikan Bitcoin fisik sebagai dasar yang mengikuti harga aset kripto tersebut,” imbuh Fyqieh.

Walaupun demikian, Fyqieh mengungkapkan, sulit untuk memperkirakan harga Bitcoin di akhir tahun ini saat masih penuhnya ketidakpastian. Meskipun secara teknikal Bitcoin dapat mencapai kisaran harga sekitar US$ 35.000.

Baca Juga: Bitcoin Diprediksi Mengalami Halving Day pada 2024, Ini Kata CEO Indodax

Persetujuan Bitcoin ETF bakal menjadi sentimen positif apabila SEC tidak menunda keputusan hingga awal tahun depan. Dari situ, maka berpotensi meningkatkan minat institusional dan adopsi kripto sebagai aset digital akan terus berkembang

Hanya saja, perubahan kebijakan suku bunga dan regulasi perdagangan kripto masih sangat mengancam aset kripto. Rencana Mt.Gox untuk membagikan Bitcoin milik nasabah juga bisa mempengaruhi harga karena peningkatan pasokan di pasar.

Dalam jangka pendek, Bitcoin pun kemungkinan masih dalam tren menurun. Sejarah menunjukkan bahwa September adalah bulan yang cenderung bearish dalam pasar kripto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×