kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perusahaan Afiliasi RMKE, Royaltama Mulia (RMKO) Mau IPO, Intip Profilnya


Selasa, 11 Juli 2023 / 18:37 WIB
Perusahaan Afiliasi RMKE, Royaltama Mulia (RMKO) Mau IPO, Intip Profilnya
PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), perusahaan jasa pertambangan dan alat berat afiliasi?PT RMK Energy Tbk (RMKE).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO). Perusahaan yang nantinya menggunakan kode saham RMKO ini akan melepas sebanyak-banyaknya 250 juta atau sebanyak-banyaknya 20,00%  dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Saham RMKO ditawarkan dengan rentang Rp 350 sampai dengan Rp 450. Dus, RMKO berpotensi meraup dana segar hingga Rp 112,50 miliar dari gelaran IPO ini.

Masa penawaran awal berlangsung sejak Senin (10/7) hingga Kamis (13/7). Masa Penawaran Umum akan digelar  24 Juli sampai  28 Juli 2023. Saham RMKO rencananya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 1 Agustus 2023 mendatang.

RMKO merupakan perusahaan dengan spesialisasi bisnis jasa batubara terintegrasi yang menyediakan jasa penunjang pertambangan dan jasa penyewaan alat-alat berat. Jasa yang ditawarkan oleh RMKO di antaranya persiapan infrastruktur pertambangan, penambangan batubara, persiapan dan pembangunan jalan pengangkutan, jasa pengangkutan batubara, persiapan infrastruktur emplasemen sampai pemuatan batubara, serta penyewaan alat-alat berat.

Baca Juga: Segera IPO, Royaltama Mulia (RMKO) Berpotensi Raup Dana Rp 112,50 Miliar

Pada tahun 2022, RMKO mencatatkan pendapatan sebesar Rp184,87 miliar meningkat sebesar 6,5 kali lipat semenjak beroperasi tambang in-house PT RMK Energy Tbk (RMKE), yakni PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE) pada tahun 2021. Pendapatan RMKO telah meningkat secara signifikan sejak tahun 2021 dengan compounded annual growth rate (CAGR)  2020-2022 sebesar 7,9 kali.

Jasa pertambangan dan jasa sewa alat berat masing-masing berkontribusi sebesar 55,6% dan 44,4% terhadap total pendapatan RMKO. Seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, RMKO juga berhasil meningkatkan laba bersih usaha sebesar 7,4 kali lipat menjadi Rp19,08 miliar

Direktur Utama Royaltama Mulia Kontraktorindo, Vincent Saputra mengatakan, IPO ini dapat mendukung RMKO untuk meningkatkan layanan jasa penunjang pertambangan dan logistik yang terintegrasi di Sumatra Selatan. RMKO menjadi pelengkap jasa logistik pada proses hulu yang juga nantinya akan menunjang kegiatan usaha hilir RMKE yang fokus pada jasa logistik batubara. Dengan terintegrasinya jasa logistik hulu ke hilir ini, kinerja grup dapat meningkat secara berkelanjutan.

Vincent menyebut, potensi batubara di Sumatra Selatan masih sangat besar. Apabila infrastruktur di hulu dan hilir sudah terkoneksi dengan baik, serta tersedianya jasa penunjang pertambangan yang profesional, dia optimistis dapat meningkatkan kapasitas produksi di Sumatra Selatan.

“Manajemen juga menargetkan RMKO dapat menggarap proyek-proyek nongrup yang tidak terbatas di Sumatra Selatan dan terbuka dengan peluang logistik komoditas lain ke depannya”, kata Vincent dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Selasa (11/7).

Baca Juga: Berburu Saham Pendatang Baru

Direktur Keuangan Royaltama Mulia Kontraktorindo, Nathania Pricilla Saputra juga menambahkan, saat ini RMKO masih fokus mendukung kinerja grup dengan menggarap tambang in-house RMKE.

Namun dengan dibukanya akses hauling road ke Muara Enim, yang ditargetkan selesai pada tahun ini, RMKO dapat meningkatkan pendapatan tidak berelasi dengan menggarap tambang-tambang potensial di Sumatra Selatan. Dengan demikian, RMKE dan RMKO dapat menjadi one-stop solution yang memberikan jasa logistik batubara dari proses hulu ke hilir.

Melalui memorandum of understanding (MoU) afiliasi RMKE bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA), RMKO juga dapat berkontribusi pada proses hulu dengan mengangkut batubara milik PTBA melalui hauling road hingga pemuatan batubara pada stasiun muat Gunung Megang dengan menggunakan Train Loading System (TLS).  RMKE melanjutkan proses hilir dengan melakukan bongkaran dan muat tongkang batubara di Stasiun Simpang dan Pelabuhan Kramasan.

Sebagai gambaran, Royaltama Mulia Kontraktorindo didirikan pada tahun 2017 yang semula dengan nama PT Rantai Mulia Kontraktorindo. Perusahaan berganti nama menjadi PT Royaltama Mulia Kontraktorindo pada tahun 2022. RMKO merupakan perusahaan dengan spesialisasi bisnis jasa batubara terintegrasi yang menyediakan jasa kontraktor pertambangan dan penyewaan alat berat.

Pada tahun 2020, RMKO memulai pembangunan infrastruktur tambang in-house RMKE,  PT Truba Bara Banyu Enim (TBBE), mengerjakan proyek jalan hauling sepanjang 39 KM Pada tahun 2021, dan mulai menjadi kontraktor pertambangan di IUP TBBE dan pelaksana kegiatan muat batubara kereta api di emplasemen RMUK pada tahun 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×