kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pertumbuhan pendapatan TOWR diproyeksikan melambat


Kamis, 08 Mei 2014 / 15:58 WIB
ILUSTRASI. The Stones Hotel di Legian Bali yang dikembangkan PT Citra Putra Realty Tbk (CLAY).


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) menargetkan pendapatan tahun ini sekitar Rp 3,75 triliun hingga Rp 3,87 triliun. Angka ini meningkat 17,55%-20,68% dari realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 3,19 triliun.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu, terjadi perlambatan. Sepanjang 2013, pendapatan emiten menara ini meningkat hingga 41,15%. "Melambat karena skala bisnis kami sudah besar, sehingga kalau dari persentase melambat, tetapi kami terus tumbuh," jelas Adam Gifari, Presiden Direktur TOWR, Kamis (8/5).

Namun, lanjut dia, pihaknya akan mempertahankan margin laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) di atas 80%.

Tahun ini, manajemen TOWR memproyeksikan bisa mencatatkan EBITDA sekitar Rp 3,11 triliun menjadi Rp 3,21 triliun. Tahun lalu, EBITDA perseroan sebesar Rp 2,65 triliun. Dengan pencapaian tersebut, margin EBITDA TOWR tercatat sebesar 82,9%.

Sayang, manajemen Sarana Menara belum mau mengungkapkan perkiraan kinerja hingga kuartal I-2014. Adam beralasan, pihaknya masih melakukan audit terbatas (limited review) atas laporan keuangan di tiga bulan pertama 2014. Audit ini dilakukan guna memenuhi permintaan para kreditur perseroan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×