kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pernyataan Arab Saudi menyulut harga minyak


Jumat, 17 November 2017 / 19:21 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak menguat setelah Arab Saudi menyatakan perlunya memperpanjang pemangkasan produksi. Mengutip Bloomberg, Jumat (17/11) pukul 17.51 WIB, harga minyak WTI kontrak pengiriman Desember 2017 di New York Mercantile Exchange menguat 1,31% ke level US$ 55,86 per barel dibanding sehari sebelumnya.

Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan bahwa OPEC harus mengumumkan perpanjangan pembatasan output ketika bertemu di Wina pada 30 November mendatang. "Ini adalah langkah baik yang kita lihat dalam beberapa jam lalu," kata Jens Pedersen, analis senior Danske Bank, seperti dikutip Bloomberg.

"Ini tidak terlihat seperti pasar sedang mengkhawatirkan keputusan OPEC ke depan. Minyak masih bergerak dalam harga dimana OPEC akan memperpanjang pemangkasan hingga sembilan bulan dan kemungkinan Rusia akan ikut serta," imbuhnya.

Lebih lanjut Pedersen menyatakan jika keseluruhan riwayat harga minyak pekan ini lebih sedikit tenang dibanding dengan ketegangan pekan lalu. Sebab, pekan lalu minyak sempat menguat di tengah risiko politik Timur Tengah. Sedangkan sepekan ini, harga cenderung turun 1,5%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×