kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Permintaan dollar tinggi, rupiah makin tertekan


Rabu, 30 Mei 2012 / 09:33 WIB
ILUSTRASI. Starbucks menghadirkan promo yang bertajuk Treat a Friend. REUTERS/Mike Blake


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Edy Can

JAKARTA. Tekanan terhadap rupiah masih belum berakhir. Pada pembukaan pasar pukul 09.00 WIB, Rabu (30/5), nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (USD/IDR) semakin terdepresiasi ke posisi 9.559. Ini posisi terlemahnya selama 2012.

Analis Valas Currency Management Group Farial Anwar menjelaskan, melemahnya rupiah karena permintaan dollar Amerika Serikat semakin tinggi sementara pasokan mulai menipis. Menurutnya, permintaan dollar AS tinggi lantaran ada capital outflow dari pasar saham dan obligasi. "Tingginya permintaan melebihi jumlah pasokan sehingga mempertinggi harga dollar AS," jelas Farial, Rabu (30/5).

Farial menilai, nilai tukar rupiah yang menembus Rp 9.500 per dollar bisa berdampak signifikan bagi dunia usaha. Apalagi, lanjutnya, perusahaan yang memiliki utang dalam mata uang dollar AS. Tekanan yang terlalu dalam pada rupiah juga bisa menyebabkan terjadinya imported inflation.

Farial memprediksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak dengan rentang yang lebar yakni 9.300-9.600. "Spread yang lebar menandakan volatilitas rupiah yang tinggi dan masih bergerak fluktuatif," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×